SM/Raditia Yoni Ariya - JEMBATAN DARURAT: Kendaraan mulai melewati jembatan darurat (bailey) di Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Ambrolnya Jembatan Lodukuh di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung beberapa pekan lalu membuat jalan nasional di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo ini harus ditutup total. Penutupan dilakukan sejak tanggal 2 April 2020. Padahal keberadaannya sangat vital sebagai jalur penghubung kota-kota besar di Pulau Jawa atau jalur tengah menuju Kota Bandung dan Jakarta.

Kanit Lantas Polsek Parakan Ipda Gede Sutomo mengatakan, ambrolnya jembatan ini karena tidak kuat menahan arus air sungai saat hujan deras dan terjadi luapan air. Air lalu menggerus dinding penhan tanah, sehingga abutmen yang berfungsi sebagai pemkul seluruh beban jembatan ikut ambrol. Namun setelah jembatan darurat atau baliye dipasang oleh pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah maka saat ini jalur tersebut sudah bisa dillewati tapi maskimal kendaran dengan beban 10 ton.

“Sekarang sudah bisa dilewati tapi kenadaraan maskimal dengan beban berat 10 ton saja, lebih dari itu tidak boleh lewat. Jika lebih dari itu jembatan darurat atau bailey ini tidak kuat dan bisa ambrol sehingga membahayakan pengguna jalan, makanya ada batasannya itu,”ujarnya kemarin.

Sementara itu, untuk kelancaran arus lalu lintas juga diberlakukan sistem buka tutup, maka kendaraan hanya bisa lewat satu jalur saja, di mana hal itu dilakukan oleh petugas. Jika satu jalur sedang lewat maka jalur lain ditutup. Hal ini selain untuk kelancaran arus juga untuk menjaga beban berat bagi bailey.

Adapun untuk kendaraan berat seperti truk kontainer belum bisa lewat jalur ini dan sementara dialihkan melalui jalur Magelang-Kepil-Wonosobo dan sebaliknya. Nanti jika perbikan jembatan sudah dilakukan maka kendaraan berat baru bisa lewat di wilayah yang berada di tengah-tengahnya Pulau Jawa ini.


Raditia Yoni Ariya