Jemaat Gereja Saat Peribadatan Natal Dibatasi


MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang mengimbau pengurus gereja untuk membatasi jumlah jemaat maksimal 50 persen dari total kapasitas rumah ibadah. Hal ini seiring diperbolehkannya aktivitas peribadatan Natal tahun 2020 meski masih di masa pandemi Covid-19.

Ketentuan ini diterbitkan dalam bentuk surat edaran (SE) Nomor 443/634/114 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19. Selain pembatasan jumlah jemaat, gereja juga harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Dibatasi aksimal 50 persen dari kapasitas gereja juga berlaku saat misa malam Natal. Harus pula menyesuaikan ketentuan jaga jarak, jemaat mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, serta mengecek suhu atau kesehatan para jemaat yang hadir,” ujar Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, Rabu (24/12).

Dia menuturkan, Pemkot Magelang meminta agar perayaan Natal tahun 2020 dilaksanakan secara sederhana, tidak berlebih-lebihan serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga. Setiap gereja juga diharapkan menggelar ibadah secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan.

“Ibadah dan perayaan Natal selain diselenggarakan secara berjemaah/kolektif di rumah ibadah juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah ibdah,” katanya.

Nantinya, kata Joko, untuk pengamanan ibadah perayaan Natal dan tahun baru, pemerintah akan dibantu aparat keamanan dari unsur TNI-Polri serta dinas terkait. Mereka akan berjaga ketat di beberapa titik tertentu untuk mengamankan kegiatan.

“Khusus bagi anak-anak dan jemaat lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta orang yang punya penyakit bawaan diminta supaya menggelar ibadah dari rumah. Kami harap semua pihak ikut dan peduli terhadap penerapan protokol kesehatan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan