Jelang Pilbup Koko Makin Menguat

KEBUMEN, SM Network – Menjelang pelaksanaan PIlbup 9 Desember 2020, keberadaan kotak/kolom kosong (Koko) makin menguat. Para sukarelawan yang tergabung dalam Masyarakat Kotak/Kolom Kosong (Mas Koko) pun siap membentuk koordinator sampai tingkat tempat pemungutan suara (TPS).

“Saat ini kita telah membentuk koordinator di tingkat kecamatan atau Korcam. Selanjutnya segera dibentuk di tingkat desa (Kordes) dan TPS,” kata salah satu Presidium Mas Koko, Prasetya Panggih didampingi Mantan Anggota DPRD Kebumen, Ma’rifun Arif, Selasa (10/10).

Menurut Panggih, pembentukan Korcam dari 26 kecamatan Se-Kebumen itu berlangsung di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Minggu (8/10). Hadir Ketua DPD Partai Berkarya Kebumen, Gatot Edy Basuki dan tokoh masyarakat Gombong yang Mantan Camat Ayah, Bambang Priyambodo.

Panggih yang Mantan Ketua Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kebumen itu menjelaskan, pembentukan Korcam yang dikemas dengan kopi darat (Kopdar) sekaligus tindak lanjut dari gelaran serupa yang dilaksanakan sebelumnya di Rumah Makan Pring Wulung, Kebumen pada Sabtu (19/8). Dalam kesempatan itu dibentuk Presidium Mas Koko.

Selain untuk mengoordinasikan gerakan hingga bawah, pembentukan tersebut sekaligus mengawal pelaksanaan Pilkada yang tinggal menghitung hari.

Arus dukungan terhadap Koko yang tak terbendung itu juga diharapkan terus menyatu dan berlanjut dengan tetap menjalin silaturahmi setelah gelaran pesta demokrasi usai. Tentunya dengan rasa optimistis bahwa Koko menang dari Calon Tunggal yang didukung seluruh partai politik pemilik 50 kursi DPRD Kebumen.

Gatot Edy Basuki yang menghadiri berbagai kegiatan Mas Koko hingga pembentukan Korcam membenarkan makin menguatnya pilihan pada kotak kosong. “Saya sering turun ke masyarakat dan mendengarkan pembicaraan di warung-warung sudah cenderung memilih kotak kosong,” katanya.

Ditambahkan Bambang Priyambodo yang ikut hadir dalam pembentukan Korcam, pilihan pada kotak kosong itu karena paslon tunggal dinilai kurang memiliki kemampuan manejerial dan leadership yang dibutuhkan untuk memimpin Kebumen.

“Kalau kotak kosong yang menang tidak berarti ada kevakuman kepemimpinan. Karena akan ada Pj Bupati yang akan ditunjuk Gubernur Jateng dan kerjanya tetap diawasi DPRD Kebumen,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan