Jelang Pembelajaran Tatap Muka, SD 1 Wonosari Berbenah

KEBUMEN, SM Network – SD 1 Wonosari, Kecamatan Kebumen mulai berbenah untuk menghadapi pembelajaran tatap muka. Sejumlah fasilitas protokol kesehatan telah dipersiapkan guna memberikan kenyamanan peserta didik ketika kembali masuk ke sekolah.

“Kami melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh halaman dan ruang sekolah serta pengecekan sarana prasana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan,” ucap Kepala Sekolah SD 1 Wonosari, Sri Widowati saat pengecekan di sekolah yang dipimpinnya, Selasa (1/9).

Ia menyampaikan, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka nanti akan dibagi menjadi 2 shift selama 1 minggu. Di mana, dalam 1 kelas hanya diisi maksimal 14 siswa atau setengah kelas. “Intinya, pembelajaran dibagi waktunya, yaitu secara bergantian, sehari berangkat dan sehari tidak,’’ jelas Sri Widowati.

Selain itu, pihaknya juga akan mempersiapkan jalur antara masuk dan keluar secara terpisah. Para siswa dan guru juga diwajibkan mengenakan masker ataupun face shield serta mencuci tangan sebelum masuk sekolah. “Protokol kesehatan kita benar-benar terapkan agar proses pembelajaran berjalan lancar,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk pembelajaran tatap muka, sejauh ini pihak sekolah telah mendapatkan izin dan verifikasi dari Dinas Pendidikan Kebumen dan tinggal menungggu pemerikasaan kesehatan dari Puskesmas setempat. pihak sekolah pun telah mendapatkan persetujuan dari semua wali siswa yang menginginkan pembelajaran tatap muka.

“Semua proses sudah kita lakukan, hanya tinggal menunggu pengecekan dari Puskesmas saja. semoga pada saatnya nanti, pembelajaran tatap muka bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Sri Widowati sembari berharap dalam Minggu-minggu ini bisa dilaksanakan pengecekan dari Puskesmas.

Perlu diketahui, semenjak adanya virus corona, pembelajaran di sekolah dilaksanakaan menggunakan sistem daring dan kini pemkab Kebumen telah mengizinkan pembelajaran dengan tatap muka. Kendati begitu terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi salah satunya sekolah harus meminta persetujuan komite dan wali murid untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tersebut.

Selanjutnya mendapat persetujuan kepala desa (kades) atau lurah bagi kelurahan dan persetujuan camat setempat. Dan syarat lainnya masuk daftar periksa yang diverifikasi Puskesmas atau Dinas Kesehatan.

1 Komentar

  1. 746945 319689I genuinely enjoy reading on this internet site, it holds amazing articles . 717435

Tinggalkan Balasan