Jelang Buka, Gunung Tidar Matangkan Persiapan

MAGELANG, SM Network – Objek wisata religi Gunung Tidar Kota Magelang bersiap dibuka dalam rangka menuju era kenormalan baru (new normal). Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu disiapkan secara matang. Antara lain tempat cuci tangan di pintu masuk dan keluar serta di area makam.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, persiapan tidak hanya seputar peralatan protokol kesehatan, tapi juga personel. Personel ini penting guna mengatur wisatawan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita perlu siapkan penempatan personel untuk mengatur pengunjung. Lalu membuat tanda pembatas tempat duduk, pengadaan pos kesehatan baik di bawah maupun di tengah gunung, hingga pelatihan penerapan protokol kesehatan bagi petugas,” ujarnya, Kamis (11/6).

Ia menuturkan, pihaknya juga masih perlu sarana protokol kesehatan yang lengkap. Antara lain thermo-gun, tempat cuci tangan, alat pelindung diri (APD), face-shield dan sebagainya.

“Kami juga belum bisa buka pada malam hari. Sementara kalau sudah disetujui akan dibuka mulai pukul 07.00 WIB-16.00 WIB,” katanya yang mengaku, sarana di pos penjualan harus aman, karena belum memungkinkan menggunakan tiket online.

Sebelumnya, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengungkapkan, pihaknya akan segera membuka beberapa destinasi wisata. Namun, pihaknya masih merumuskan langkah strategis agar aktivitas wisata tetap aman dan nyaman sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Destinasi wisata harus disiapkan dengan baik dan matang, jangan tergesa-gesa. Tempat wisata kita ada Taman Kyai Langgeng, Gunung Tidar, juga museum-museum. Termasuk alun-alun dan Taman Badan. Harus diketatkan, jangan asal buka dulu,” jelasnya.

Tidak hanya pengelola, kata Sigit, wisatawan juga harus sadar betul akan konsep new normal yang wajib disiplin menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

“Sektor wisata memiliki efek berganda, terutama bagi geliat perekonomian masyarakat sekitarnya. Sejak penutupan objek wisata akibat pandemi Covid-19 aktivitas ekonomi di sekitarnya lesu, jadi kita rumuskan dengan baik sebelum benar-benar dibuka lagi,” paparnya.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono memaparkan, beberapa persiapan telah dilakukan oleh pengelola Taman Kyai Langgeng untuk menyambut wisatawan. Persiapan meliputi menyiapkan fasilitas cuci tangan di 50 titik, membuat tanda pembatasan pengunjung, dan sedang merumuskan batas maksimal jumlah kunjungan.

“Di dalam area Taman Kyai Langgeng jumlah pengunjungnya harus dibatasi. Ini masih dirumuskan berapa kapasitanya. Nanti bergantian. Misalnya, kalau di dalam sudah ada 1.000 orang, maka wisatawan yang masih di luar harus menunggu,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan