Jelang Akhir Jabatan, Wali Kota Magelang Pamitan

MAGELANG, SM Network – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mulai pamitan dengan masyarakat meski masa jabatan masih sekitar empat bulan lagi hingga Januari 2021. Ia pun berencana keliling kampung di 17 kelurahan untuk berpamitan.

Kata-kata pamitan terlontar dari orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu saat memberi sambutan dalam kegiatan penyerahan secara simbolis kunci rumah khusus kepada warga penghuni di Aula Kantor Kecamatan Magelang Utara, Kamis (10/9).

“Saya mohon pamit, dalam waktu beberapa bulan ke depan sudah selesai masa tugas saya,” ujarnya di hadapan puluhan warga penghuni Rusus Kedungsari.

Sigit tak bisa maju lagi dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 pada 9 Desember mendatang. Hal ini karena ia sudah dua periode memimpin Kota Tidar bersama dengan dua wakilnya yang berbeda, yakni Joko Prasetyo dan Windarti Agustina.

Di hadapan warganya, ia mengaku telah berbuat berbuat yang terbaik untuk Kota Magelang. Berbagai program terlaksana dengan baik, seperti pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, dan lain sebagainya, termasuk banyak prestasi yang telah diraih.

“Saya harap, pertahankan yang sudah baik ini. Sudah empat ini pendidikan di Kota Magelang gratis. Seragam, sepatu, buku, dan sekarang kuota gratis. Pelayanan kesehatan juga gratis dan RSUD Tidar sudah memiliki gedung 8 lantai yang megah,” katanya.

Dalam kegiatan ini, Sigit juga mengenalkan dua pasangan bakal calon (Bapaslon) yang nanti bertarung dalam Pilkada 2020, yakni pasangan Aziz-Mansyur dan Aji-Windarti. Ia pun menegaskan hal ini bukan dalam rangka kampanye, hanya mengenalkan saja.

“Tidak apa-apa kan mengenalkan pasangan calon. Saya harap bapak-ibu semua nanti menyalurkan hak pilihnya pada masa pencoblosan nanti,” jelasnya.

Ia menambahkan, master plan pengembangan Kota Magelang ke depan sudah ada. Contoh terdekat kawasan Gelora Sanden di Kelurahan Kramat Selatan yang saat ini terus dikembangkan menjadi pusat olahraga yang lengkap. “Master plannya sudah ada, nanti ada joging tracknya yang keren. Lalu master plan Kebun Raya Gunung Raya juga ada. Saya harap ini bisa dikerjakan dengan sebaik-sebaiknya,” tandasnya.

Sigit mengaku, sampai saat ini masih menyimpan keinginan untuk membangun masjid raya yang dapat menampung ratusan jamaah. Hal ini didorong oleh keinginan memberi pelayanan terbaik kepada para peziarah ke Kyai Syaikh Subakir yang datang dari berbagai daerah.

“Saya ingin bangun masjid raya yang tempat parkirnya saja luas untuk bisa menampung banyak bus besar. Keinginan saya lagi menata Pasar Gotong Royong agar lebih baik lagi, apalagi melihat sekarang untuk parkir saja sulit. Saya ajak yang muda-muda untuk memikirkan itu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan