Jalur Wisata Sungai Wadaslintang Dihijaukan

KEBUMEN, SM Network – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) atau yang saat ini dikenal dengan istilah Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tahun 2020, Disperkim LH Kabupaten Kebumen beserta Forkopimcam Padureso melaksanakan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai Wadaslintang.

Penanaman dipusatkan di bantaran sungai Wadaslintang yang merupakan jalur wisata tubing Sendang Dalem Explore dan Rahayu River Tubing. “Jumlah bibit yang akan ditanam di Desa Rahayu sebanyak 2.488 batang,” kata Camat Padureso Anton Purwanto, Minggu (29/11).

Hadir dalam rangkaian peringatan tersebut, Sekretaris Dinas Sri Pambudi, Kepala Dinas PUPR Haryono Wahyudi dan Jajaran Forkopimcam Padureso.

Dijelaskan Anton, jenis tanaman yang ditanam cukup beragam mulai dari tanaman konservasi, tanaman hias dan tanaman buah-buahan. Untuk tanaman produksi berupa kelengkeng, durian, jambu biji, rambutan dan mangga juga akan ditanami disekitar embung rahayu dan sebagian di lokasi wisata.

Sedangkan tanaman hias berupa bunga tabebuya akan ditanam di pinggir jalan menuju kawasan wisata serta di sekitar embung. Lebih lanjut, untuk menjaga kelestarian alam di sekitar sungai ditanami bambu petung, aren, beringin dan gayam.

Dipilihnya Desa Rahayu sebagai lokasi GNPDAS tahun ini, selain karena letaknya yang dekat dengan Waduk Wadaslintang juga karena desa ini merupakan daerah rawan bencana. Aliran waduk yang sebagian digunakan sebagai sumber air baku oleh PDAB dan PDAM juga perlu konservasi, untuk menjaga kelestariannya.

“Diharapkan dengan kegiatan GNPDAS Tahun 2020 di Desa Rahayu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ekosistem lingkungan,” imbuhnya. Camat Anton Purwanto pun mendukung pengembangan Kecamatan Padureso sebagai daerah agrobisnis.

Diharapkan pula kesejahteraan masyarakat sekitar semakin meningkat karena adanya pohon produksi dan kawasan wisata di Desa Rahayu semakin indah dengan adanya tanaman hias yaitu bunga tabebuya.

Tinggalkan Balasan