Jalur Ekonomi Purworejo Kulon Progo

PURWOREJO, SM Network – Berbatasan wilayah secara geografis membuat Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo memiliki kedekatan interaksi di berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi. Terlebih dengan beroperasinya bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang berada di Kecamatan Temon, Kulon Progo, interaksi ekonomi oleh masyarakat di kedua wilayah akan semakin meningkat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo sendiri berencana membangun Jalan Lingkar Timur Purworejo. Ruas jalan ini sekaligus diproyeksikan untuk menjadi akses penunjang dari bandara YIA menuju ke kawasan Badan Otorita Borobudur (BOB), dengan melintasi wilayah Kabupaten Purworejo.

Jalan lingkar tersebut juga akan berperan strategis menjadi jalur penunjang ekonomi Purworejo-Kulon Progo. Bupati Purworejo, Agus Bastian, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa jalan lingkar timur merupakan kebutuhan masyarakat untuk menunjang aksesibilitas masyarakat di wilayah sisi timur Purworejo.

“Mereka (masyarakat) kelak lebih mudah mengangkut hasil bumi, dan pasti ekonomi, khususnya kawasan Menoreh, nanti berkembang,” ungkapnya.

Jalan Lingkar Timur merupakan pengembangan dari jalur yang sudah ada atau eksis saat ini. Terdiri dari ruas Bagelen – Cangkrep, Cangkrep – Sidomulyo, Sidomulyo – Karangrejo – Sejiwan, jalan provinsi Purworejo – Magelang, dan ruas Tumbakanyar – Sedayu. Akses itu sekaligus menjadi alternatif dari bandara YIA menuju kawasan BOB.

“Bahkan diklaim merupakan akses terdekat YIA – BOB, yakni sejauh 55 kilometer dengan waktu tempuh normal satu jam. Wisatawan butuh kecepatan akses menuju destinasi, dan lewat jalan lingkar itu bisa terlayani,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Suranto.

Pelaksanaan untuk mewujudkan Jalan Lingkar Timur itu sudah dimulai dengan pembangunan jembatan Sejiwan di atas Sungai Bogowonto dan Jembatan Trirenggo di Desa Karangrejo Loano yang telah selesai 2019 lalu.

“Dua jembatan itu menjadi awal dari konsep jalan lingkar timur, selanjutnya tinggal meningkatkan aksesnya,” jelasnya.

Suranto menambahkan, peningkatan jalan harus dilakukan karena lebar ruas Sejiwan sampai Bagelen baru 3 – 4 meter, dari lebar ideal enam meter. Saat ini, baru ruas jalan provinsi yang terlewati konsep lingkar timur yang telah memiliki lebar enam meter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo, Said Romadon mengatakan, pemerintah sangat serius mewujudkan Jalan Lingkar Timur Purworejo. Ruas jalan itu memudahkan transportasi warga Kecamatan Purworejo, Kaligesing, Loano, dan Bagelen, sehingga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian. Jalan itu juga memudahkan akses menuju destinasi wisata di empat kecamatan tersebut. Peningkatan seluruh ruas jalan itu diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga tahun.

Rencana pembangunan jalan lingkar timur tersebut, imbuh Sekda, mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mereka memang berharap adanya akses jalan yang baik dan bisa dilalui kendaraan besar. Seperti halnya jembatan Sejiwan yang merupakan usulan masyarakat untuk memudahkan akses belasan desa di Kecamatan Loano, Kaligesing, dan Purworejo. Keberadaan jembatan itu juga dinilai sudah mampu meningkatkan peluang ekonomi bagi warga.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan