Jalan Petanahan – Pantai Rusak Parah

KEBUMEN, SM Network – Rasionalisasi aggaran lantaran dampak Covid-19, mengakibatkan jalan rusak di sejumlah tempat tak kunjung ditangani. Sebab, penanganan yang sudah disiapkan anggaran sebelumnya itu terpaksa ditunda. Sedangkan kerusakan jalan yang ada kian parah dengan diguyur hujan beberapa hari belakangan ini. Seperti di ruas Jalan Petanahan – Pantai yang menyisakan lubang besar dan bergelombang.

Kerusakan parah juga terdapat di ruas Jalan Bumiagung – Demangsari dan Karanggayam – Kebakalan. “Kami sudah ajukan untuk dilelang di ULP (Unit Layanan Pengadaan),” kata Kabid
Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Bachtiar Achmad, Kamis (28/5).

Dikatakan, dari 38 paket pekerjaan yang sedianya diajukan lelang April lalu, terpaksa ditarik kembali terkena rasionalisasi anggaran akibat dampak korona. Nilinya sekitar Rp 70 miliar.

Dari paket tersebut, ada yang dipotong untuk realokasi anggaran. Dana yang menjadi kewenangan DPUPR pun banyak yang dialihkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Ada pula beberapa paket yang diangap urgen masih dipertahankan. Kendati, terkait belanja modal tetap dikurangi minimal 50 persen.

“Ada juga paket yang ditunda. Seperti pelebaran jembatan yang kondisinya masih layak,” imbuhnya.

Kini, Bina Marga mengajukan kembali 34 paket senilai 39 miliar. Adapun sisa empat paket senilai Rp 18 miliar dari 38 paket pekerjaan jalan yang dibiayai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), ditarik pusat.

Muncul Keluhan

Anggaran tersebut sedianya untuk menangani ruas Jalan Bumiagung – Demangsari, Gumenter – Pabuaran, Demangsari – Ayah dan Kedungwinangun – Bendogarap. “Tapi sudah kita usulkan 2021 dengan dana yang sama dari DAK,” terang Bachtiar.

Untuk kerusakan Jalan Karanggayam – Kebakalan yang sering muncul keluhan di media sosial, tahun ini ada anggaran Rp 2 miliar. Adapun ruas jalan lainnya dianggarkan sekitar Rp 37 miliar, termasuk untuk menangani Jalan Petanahan – Pantai, dari SD Munggu hingga jaringan jalan lintas selatan (JJLS) sekitar 1 km. Di ruas jalan tersebut tahun sebelumnya telah ditangani sepanjang 800 meter.

Terkait realisasi perbaikan jalan rusak tersebut, Bachtiar menyampaikan sekitar awal Juli mulai penanganan fisik.

Dijelaskannya, ada perubahan aturan dari sebelumnya menyusul dikeluarkannya Kemen-PU Nomor 14/2020 tentang standar dokumen pengadaan barang dan jasa oleh penyedia. Sehingg dokumen lelang pun harus disesuaikan.

“Insya Allah Minggu ini selesai. Dan kita ajukan lagi ke ULP, kemudian ada verifikasi. Jadi sekitar awal Juni lelang dan awal Juli pelaksanaan fisik,” ucapnya.

Pihaknya yang menangani sebanyak 263 ruas jalan kabupaten sepanjang 960 kilometer pun memiliki harapan sama dengan masyarakat, agar kerusakan jalan yang ada bisa ditangani secepatnya.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan