SM/Amelia Hapsari - APEL SIAGA : Perwakilan komunitas se-DIY menggelar apel siaga kebangsaan di pelataran Monjali, Kamis (26/11)

SLEMAN, SM Network – Pada kegiatan apel siaga kebangsaan yang digelar di pelataran Monumen Jogja Kembali, Kamis (26/11), Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) KH Abdul Muhaimin mengingatkan kembali tentang esensi dakwah.

Pengasuh Ponpes Nurul Ummahat itu mengatakan, tujuan dakwah bukan untuk memecah belah umat. “Dakwah harus disampaikan dengan bijak dan melihat situasi kondisi. Jika isinya memecah belah, itu bukan dakwah melainkan provokasi,” ucapnya.

Jika hal itu diabaikan, justru akan kontraproduktif dan memunculkan rasa tidak simpatik. Dia menyayangkan adanya pihak yang salah persepsi tentang agama. Pandangan yang salah itu bisa memicu konflik.

Menurut dia, penyelesaian persoalan ini dapat diupayakan dengan mengajak mereka berkomunikasi secara baik-baik. Apel siaga ini sendiri merupakan bagian dari upaya konsolidasi masyarakat di tengah situasi sekarang yang serba sulit.

Koordinator Forum Komunitas Lintas Bangsa, Waljito berharap apel siaga kebangsaan yang diikuti oleh puluhan anggota dari berbagai ormas dan komunitas di DIY ini dapat membangkitkan kembali semangat kebangsaan dan kebhinekaan. “Ada ormas yang mendendangkan narasi tentang perpecahan bangsa dengan menggunakan isu agama. Di tengah situasi semacam ini, seharusnya semua elite bisa menahan diri,” tandasnya.

Dia pun meminta pemerintah bertindak tegas terhadap ormas yang berpotensi memecah belah bangsa. “Kami harap pemerintah melakukan langkah hukum sesuai aturan apalagi sekarang sedang masa pandemi Covid-19. Kami akan pantau langkah pemerintah,” ujarnya.