Istilah Kecamatan di Sleman Berubah Jadi Kapanewon

SLEMAN, SM Network – Istilah kecamatan di Kabupaten Sleman resmi berubah menjadi kapanewon. Perubahan kelembagaan ini berkaitan dengan Pergub Nomer 25 tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kota/Kabupaten dan Kalurahan.

“Kapanewon tugasnya melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan kalurahan. Wewenang lainnya adalah koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap perencanaan dan pengendalian urusan keistimewaan di wilayah kapanewon,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo, kemarin.

Selain kecamatan, beberapa dinas di lingkup Pemkab Sleman juga berubah nama. Diantaranya Dinas Pertanahan dan Tata Ruang yang sekarang menjadi Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan.

Menyesuaikan perubahan itu, akhir pekan lalu, diadakan pelantikan 194 pejabat. Para pejabat yang dilantik ini terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan jabatan fungsional.

“Sesuai dengan ketentuan tentang keistimewaan Yogyakarta, maka turut dilantik dan diambil sumpahnya beberapa jabatan yang berhubungan dengan perubahan kelembagaan yang mengalami penyesuaian,” katanya.

Dia menjelaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini sehubungan dengan implementasi Perda Kabupaten Sleman Nomer 1 tahun 2020 tentang perubahan atas Perda No.11 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman yang harus diselaraskan dengan Perda Daerah Istimewa DIY Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY.

Ketentuan kelembagaan yang mengacu pada Perdais DIY ini dilaksanakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berdasarkan prinsip responsibiltas, akuntabilitas, transparansi dan partisipasi dengan memperhatikan bentuk dan susunan pemerintahan istimewa.

“Bentuk dan susunan pemerintahan istimewa terdapat nilai dasar dalam dalam proses panjang pembentukan suatu pemerintahan yang terus dijaga dan dirawat sebagai kearifan lokal,” tambahnya.

Adapun pejabat tinggi pratama yang dilantik yakni Muhammad Sugandi menjabat Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Budiharjo menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Haris Sutarta menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, dan Ery Widaryana menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Untuk posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) diisi oleh Taupiq Wahyudi, sedangkan Direktur RSUD Sleman dijabat oleh Cahya Purnama.

Tinggalkan Balasan