Irigasi Waduk Wadaslintang Bakal Ditutup, Berikut Reaksi Petani

KEBUMEN, SM Network – Setelah dialirkan pada 1 Februari 2020 lalu, air  irigasi Waduk Wadaslintang akan dihentikan pengalirannya pada 30 April 2020.

“Penghentian aliran itu sesuai kesepakatan antara Balai Besar Wilayah  Sungai Progo Bogowonto dan Luk Ulo (BBWS Progolo) dengan Tim Irigasi  Pemkab Kebumen dan sejumlah P3A (Paguyuban Petani Pemakai Air) Kebumen di wilayah DI Wadaslintang, akhir Januari 2020 lalu,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Haryono Wahyudi MT, di ruang kerjanya, Senin (27/04/2020).

Selain sesuai kesepakatan dan banyak petani DI wadaslintang yang sudah  memasuki masa panen, penghentian itu juga sesuai dengan pengaturan air Waduk Wadaslintang agar stok air bisa dihemat menjelang memasuki musim kemarau.

Kendati penghentian aliran air sudah disepakati bersama oleh semua komponen terkait, namun sejumlah P3A di beberapa kecamatan di Kebumen pengguna air Waduk Wadaslintang berusaha menawar kepada BBWS Progolo. ” Mereka menawar agar air dialirkan kembali untuk musim tanam mendatang,” ujar Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kebumen, Supangat ST.

Diungkapkan Supangat beberapa P3A beberapa hari lalu telah mengirimkan  surat kepada BBWS Progolo berisi permintaan suplai air waduk lagi untuk penanaman padi musim tanam mendatang. “Bila mengacu kesepakatan akhir Januari 2020 lalu musim tanam mendatang petani dianjurkan untuk menanam palawija, bukan menanam padi. Namun kini petani menginginkan agar bisa menanam padi lagi, bukan palawija,” ujar Supangat.

Anjuran untuk menanam palawija tersebut menurut Supangat mengingat air Waduk Wadaslintang yang belum mencapai elevasi normal, bisa dihemat. Petani pun kini sedang menunggu jawaban dari BBWS Progolo atas permintaan mereka itu.


SM Network/kr/dwi

Tinggalkan Balasan