gigi dan mulut khususnya pada anak-anak, masih menjadi masalah pelik. Banyak anak-anak yang punya masalah kesehatan gigi dan mulutnya justru secara tak langsung disebabkan karena kurang kesadaran orang tuanya sendiri. Maka dari itu, sebagai seorang dokter gigi, Stefani Kristanti Saputra, merasa perlu untuk selalu rutin dan rajin mengkampanyekan kesehatan gigi dan mulut anak-anak, khususnya kepada orang tua.

“Untuk saat ini yang jadi konsen kesehatan gigi dan mulut bagi anak adalah meningkatkan kesadaran pada orang tua,” papar Stefani, kemarin.

Maka dari itu, dalam kesehariannya di bidang pekerjaan, dokter Stefani juga selalu mengedukasi baik preventif dan preentif tentang kesehatan gigi dan mulut. Menurut dia, edukasi sangat penting lantaran ketika anak-anak punya masalah pada gigi dan mulutnya maka mereka jarang berani berterus terang atau memberitahu ke orang tuanya tentang apa yang dirasakannya. 

“Edukasi-edukasi yang kami lakukan itu sebenarnya tak hanya dilakukan dengan menyasar kepada anak-anak dan para guru mereka di sekolah, tapi juga pada orang tua, sehingga perlu orang tua memang dituntut untuk lebih aware lagi,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogykarta.

Selain meningkatkan kesadaran orang tua, satu hal lain yang tak kalah penting yang dikampanyekan dokter gigi cantik ini adalah soal pentingnya keberadaan gigi susu. Sebab, selama ini masih banyak opini yang berkembang di orang tua dan opini itu keliru adanya bahwa gigi susu dianggap kurang penting, sehingga kalau pun tanggal maka tak perlu diperhatikan.

“Ini opini yang keliru dimana sebenarnya gigi susu punya fungsi sebagai panduan bagi gigi permanen itu untuk tumbuh dan membantu menyiapkan ruangan bagi gigi permamen untuk tumbuh dengan tepat,” papar wanita berkacamata ini.

Lebih lanjut, dokter gigi yang sekarang bertugas di sebuah rumah sakit swasta di Kota Jogja ini mewanti-wanti kepada para orang tua untuk memperhatikan betul kesehatan gigi dan mulut putra putrinya. Sebab, rongga mulut yang berfungsi sebagai pintu masuk makanan dan benda asing ke dalam tubuh harus selalu dirawat dan dijaga kesehatannya secara optimal karena bagian integral dari kegiatan tubuh secara keseluruhan.

“Makanya jika putra-putri kita giginya berlubang maka dalam jangka panjang dia akan mengalami keluhan sakit dan ketika itu terjadi akan mengganggu kondisi psikologis anak itu sendiri terutama saat dia di sekolah,” tandas dokter Stefani.

Gading Persada

4 KOMENTAR