SMN/dok - CEK SUHU: Kapten PSIM Yogyakarta Purwaka Yudhi dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke dalam stadion.

YOGYAKARTA, SM Network – Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), kemarin, menggelar manager meeting virtual yang diikuti seluruh perwakilan klub Liga 2 musim 2020. Manajemen PSIM Yogyakarta yang turut serta dalam rapat virtual itu mengusulkan beberapa hal terkait bakal kembali diputarnya kompetisi level 2 di Tanah Air ini setelah berhenti karena pandemi Covid-19.

Manajer PSIM David MP Huaturuk menyampaikan beberapa poin aspirasi terutama soal pembagian grup, teknis dan status pendaftaran pemain. Sebelumnya, dalam surat resmi PT LIB yang disampaikan kepada klub turut dilampirkan formulir pendaftaran tuan rumah babak penyisihan Liga 2 yang akan menggunakan format home tournament. “Dalam rapat kemarin kami mengusulkan agar penentuan tuan rumah turut mempertimbangkan letak geografis asal klub, serta netralitas,” kata David, Rabu (13/8).

Menurut dia, terlalu riskan bila klub menempuh perjalan jauh sekalipun babak penyisihan dilangsungkan dalam format home tournament.
“Jangan mengambil risiko misal PSIM dengan personel 45 orang harus terbang ke Sumatera atau Sulawesi untuk bertanding di sana, itu kan risiko terpapar Covid-19 saat perjalanan juga tinggi. Berbeda dibandingkan jika kami tetap bermain di Jawa, yang bisa ditempuh menggunakan jalur darat. Nah masukan ini lah yang dikedepankan,” jelasnya.

Selain itu, David juga menyampaikan aspirasinya agar penentuan tuan rumah babak penyisihan tidak menggunakan sistem bidding (penawaran). Pasalnya jika penentuan tuan rumah tetap menggunakan sistem bidding, yang dikhawatirkan ialah muncul conflict of interest
“Kemudian soal pembagian grup, jangan sampai tuan rumah juga bermain di situ (kandang)nya juga lah. Kalau bisa tuan rumah ya bermain di luar kandangnya,” kata David.

“Jangan sampai kompetisi ini banyak conflict of interest, saat tuan rumah main di rumahnya kemudian tidak mencapai target, pelayanan sebagai tuan rumah akan turun,” lanjut David.

“Saya juga sampaikan penentuan tuan rumah jangan model bidding, kalau bisa dari PT LIB yang langsung menunjuk. Poin-poin itu sih yang kami tekankan, selain soal transfer dan kontrak pemain,” tambahnya.

Di sisi lain, manajemen juga berharap segera ada keputusan final yang dihasilkan terkait lanjutan kompetisi. Sebab, jika belum ada keputusan final, klub susah dalam menentukan langkah persiapan jelang kompetisi. “Kami kan ekspektasinya dalam manager meeting ini ada satu keputusan yang dihasilkan, yang bisa mempengaruhi persiapan kita. Kasihan kalau tim teknis terus menunggu sampai mepet kompetisi,” kata David.

“Sudjarno selaku Direktur Operasional PT LIB memang belum sampaikan kapan kembali akan digelar manager meeting berikutnya. Tapi untuk manager meeting kali ini, masih menampung masukan dan saran dari tim,” imbuhnya.

Menanggapi banyaknya respon klub, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno mengatakan dalam waktu sepekan ke depan akan diumumkan soal tuan rumah dan pembagian grup. “Secara umum tim-tim Liga 2 siap untuk mengikuti kompetisi. Soal teknis, sepekan ke depan akan kita umumkan tuan rumah dan pembagian grup. Terkait dengan protokoler kesehatan akan dijelaskan detail di medical workshop,” kata Sudjarno seperti dilansir di laman PT LIB.


Gading Persada

3 KOMENTAR