Ini Tipe Hunian yang Disukai Generasil Milenial

YOGYAKARTA, SM Network- Hunian dan segala properti didalamnya tetap saja menjadi kebutuhan pokok manusia. Termasuk para geneasi milenial pun ternyata juga tertarik memikirkannya. Uniknya, generasi yang lahir di era tahun 2.000 an ini ternyata lebih menyukai hunian-hunian vertikal dibanding hunian pada umumnya.

“Ada kecenderungan kalau generasi milenial itu tak suka dengan hunian yang ada lahan sedikit untuk taman, karena mereka memang tidak senang berkebun atau bercocok tanam. Maka, mereka tidak masalah kalau harus tinggal di rumah-rumah vertikal (rumah susun atau apartemen),” papar Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realeastate Indonesia DIY Rama Adyaksa Pradipta saat menjadi salah satu nara sumber dalam Seminar Investasi Properti di DIY, Masih Menguntungkan dan Aman yang berlangsung di Ibis Style Hotel Jogja, Kamis (30/1).

Jika pun akhirnya mendapatkan hunian bukan vertikal atau rumah dalam hal bentuk seperti yang sudah ada, ungkap Rama, maka generasi milenial akhirnya memilih tempat tinggal dengan tipe-tipe yang minamilis. Dia mencontohkan untuk generasi milenial di kelompok usia 20 sampai 25 tahun akan memilih hunian dengan tipe 24. Lalu untuk usia 25 sampai 29 tahun dengan rumah tipe 37.

“Karena generasi milenial ini lebih cenderung suka di hunian vertikal jadi mereka tidak berpikir kehidupan selanjutnya seperti memberikan warisan kepada anak cucunya. Maka bentuk properti yang diberikan juga harus disesuaikan.  Seperti pola pembayarannya bukan jual beli lagi tapi sewa menyewa dalam jangka waktu yang panjang,” ungkap dia.

Di luar itu, lanjut Rama, bisnis properti di DIY dinilainya masih sangat prospektif. Meski begitu, setiap pembeli juga harus cermat dengan membaca kondisi ekonomi dan segmennya.

“Seperti efektif tidaknya pemanfaatan lahan dan pintar memilih lahan. Bagi pengembang juga harus menyelaraskan dengan konsep perkembangan DIY sendiri yakni sebagai kota jasa, pendidikan dan pariwisata. Bukan industri. Maka properti yang dibangun harus disesuaikan dengan hal itu,” tuturnya.

Pembicara lainnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono lebih menyoroti pada isu-isu strategis perekonomian DIY dan pencapaian kinerja KPW BI DIY.

“Secara nasional bisnis properti penuh tantangan dan kendala sejak adanya perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat, tapi ada potensi bangkit juga. Lalu di DIY seperti apa? Dari data kami, perkembangan ekonomi DIY bahkan sempat lebih baik dibanding nasional, itu terjadi pada 2018 dimana angkanya mencapai 6,2 persen. Padahal nasional saja hanya kisaran 5 persen. lalu pada 2019 itu perkembangan ekonomi DIY mencapai 6,3 sampai 6,7 persen,” tambah Miyono.

Gading Persada

2 Komentar

  1. 687455 740465Keep up the excellent function , I read couple of blog posts on this web site and I believe that your website is real fascinating and has bands of great information . 585365

  2. 130731 783518Hi there! I could have sworn Ive been to this web site before but right after reading via some with the post I realized its new to me. Anyhow, Im surely glad I discovered it and Ill be book-marking and checking back often! 262718

Tinggalkan Balasan