Ini Sikap Dua Kelompok Suporter PS Sleman di Laga Kandang Perdana Musim 2020

SLEMAN, SM Network – Laga kandang perdana PS Sleman pada kompetisi Liga 1 musim 2020 dihantui bakal melompongnya sejumlah tribun penonton di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8/3) malam nanti. Ya, dua kelompok supoter Super Elang Jawa yaitu Brigatta Curva Sud (BCS) dan Slemania ternyata memiliki sikap berbeda kala tim kesayanganya menjalani laga perdana kandang musim ini saat menjamu Persikabo Bogor pada pekan kedua.

Suporter dalam kelompok BCS yang biasa menempati tribun selatan stadion memilih tidak bakal hadir ke stadion pada laga nanti. Hal ini tak terlepas dari beberapa hal yang belum terpenuhinya hasil forum dan 8 tuntutan.

“Sikap BCS tetap sama. Kami akan boikot pertandingan PSS besok. Bahkan termasuk laga kandang PSS berikutnya jika 8 tuntutan kami tidak dipenuhi,” tutur Media Guide BCS, Andrean ‘Aan’, Jumat (6/3).

Delapan tuntutan dari suporter yang identik dengan pakaian hitam-hitam itu sejatinya sudah didengungkan sejak akhir musim lalu. Saat ini, kata Aan, belum ada yang dipenuhi satu pun. Delapan tuntutan itu seperti program pembinaan dan akademi usia muda, mess untuk pemain hingga tersedianya lapangan untuk berlatih.

“Bisa dikatakan belum (ada yang terpenuhi). Karena juga belum ada perkembangan yang signifikan. Belum ada juga pernyataan resmi yang disampaikan ke kami. Sepertinya pihak-pihak masih konsen pada peralihan investor baru,” ungkap dia.

Aan mengatakan pihaknya tidak berharap banyak terhadap hasil dari PSS pada laga kandang perdana nanti jika melihat dinamika persiapan yang tengah terjadi saat ini. BCS, tambah dia, juga tegas menyebut pemboikotan laga kandang akandicabut jika ada pemenuhan 8 tuntutan tersebut.

“Melihat situasi ini. Mungkin lebih pada pemain bertambah semangat, tidak down. Bisa mengawali liga dari kandang dengan sempurna,” harapnya.

Berbanding terbalik dengan suporter PSS lainnya, Slemania. Ketua Umum Slemania Rengga Dian memastikan anggota Slemania tetap datang ke stadion di setiap laga PSS.

“Sesuai hasil forum besar Slemania beberapa waktu lalu, kami akan tetap datang ke stadion mendukung,” sambung dia.

Rengga menyebut, ternyata tak hanya sekedar mendukung semata, namun dalam laga kandang nanti, Slemania juga bakal menyatakan sikap protes mereka terhadap kisruh dan tak adanya transparansi di manajemen.

“Meski begitu kami berharap laga kandang perdana bisa bermain fight 90 menit dan meraih hasil 3 poin. Dan sekarang sudah ada Dejan Antonic sebagai pelatih baru tentu kami menunggu pembuktian dari dia apakah membawa perubahan di PSS atau tidak,” tandas Rengga.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan