Ini Dia Pusat Perekonomian di Bantul Selatan

JOGJAKARTA , SM Network – Daerah Istimewa Yogyakarta sarat akan sejarah. Di Museum Bantul Rasa Belanda, nama museum tersebut seakan mengajak para wisatawan untuk mengetahui bahwa di Bantul khususnya Palbapang sempat menjadi pusat perekonomian pada masa Belanda.

“Bangunan stasiun (Palpabang)-nya masih berdiri. Kawasan Palbapang memang menjadi kota yang paling ramai pada abad ke-18. Susana kotapraja yang berada 5 kilometer selatan Kota Bantul dan 15 kilometer dari Kota Jogja,” kata Pengelola Desa Wisata Ngringinan Windu Hadi Kuntoro.

Berada di Desa Palbapang, Windu menjelaskan bahwa kawasan itu ramai menjadi jalur transportasi tebu ke pabrik gula di Brosot Kulon Progo dan pabrik gula di Ganjuran Bambanglipuro. Ditambah lagi, kawasan Ganjuran juga mempunyai rumah sakit pertama dan bangunan Gereja pertama di Kabupaten Bantul. Rumah sakit yang saat ini bernama Rumah Sakit Elizabeth Ganjuran dan menjadi cikal bakal Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dahulunya sebut Windu bermula dari sebuah klinik kesehatan yang dibangun di garasi rumah milik seorang putri Belanda.

“Di dalam museum ada foto-foto yang menggambarkan Stasiun Kereta Palbapang di masa lampau yang menjadi pusat pertemuan kereta dari barat yakni Pabrik Gula Sewugalur, selatan yakini Pabrik Gula Gondanglipoero Ganjuran-Dawetan- Pabrik Gula Pundong, dan ke utara  yakni Stasiun Bantul ke Stasiun Tugu Jogja,” paparnya.

Tak sulit menemukan kawasan bersejarah ini. Butuh waktu kurang lebih 1 jam dari pusat kota untuk menuju Desa Wisata Ngringinan menggunakan kendaraan pribadi. Desa wisata ini mempunyai luas wilayah kurang lebih seperempat kilometer persegi, yang dibagi menjadi 10 RT dengan jumlah penduduk sekitar 495 KK dengan jumlah total 1.804 jiwa dan mata pencarian utama sebagai petani dan selebihnya buruh, pedagang dan juga pegawai kantor maupun pemerintahan.

Culture Rural Tourism

Windu menjelaskan bahwa Desa Wisata ini telah memiliki brand heritage and culture rural tourism karena di desa ini terdapat banyak situs-situs peninggalan kolonial Belanda seperti bekas pabrik gula, saluran irigasi, rel kereta api, stasiun, pasar, sekolahan dan rumah sakit. Yang cukup menarik adalah bekas pabrik gula dimana pada abad ke-18 sempat menjadi kejayaan bangsa Hindia Belanda dengan ditunjukkan sebagai pengekspor gula terbesar di dunia saat itu.

“Selain itu ada irigasi sepanjang 25 kilometer yang dimulai dari Gang Kamijoro sampai Sanden dan Srandakan. Di rumah saya ada satu sisa dari total 12 sumur dengan kedalaman 20 meter berdiameter 3 meter. Itu semua untuk irigasi kebun tebu dan rosela,” imbuhnya.

“Ini rumah bapak saya almarhum Guno Karyo, dulunya rumah ini jadi pusat orang kampung berkumpul dan main bulu tangkis di halaman. Jadi saya ingin kembalikan lagi sebagai pusat berkumpulnya masyarakat,” tambah dia

Selain itu sampai saat ini masih berdiri juga sebuah candi yang dibangun orang-orang Belanda pada 1927 sebagai bentuk ucapan syukur atas rezeki yang diterima.

“Sampai sekarang masih ada candi dikawasan Ganjuran,” tandas dia.


Gading Persada

5 Komentar

  1. 94923 111666This design is wicked! You most certainly know how to keep a reader amused. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job. I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool! 46084

  2. 503324 29423This style is incredible! You surely know how to keep a reader amused. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own weblog (nicely, almostHaHa!) Great job. I truly loved what you had to say, and much more than that, how you presented it. Too cool! 732193

  3. 131370 926330Hosting a blog composing facility (in a broad sense) requires unlimited space. So I suggest you to discover such internet hosting (internet space provider) that give flexibility inside your internet space. 185074

  4. 613012 784408You created some good points there. I did a search on the subject and found most people will agree together with your weblog. 161106

Tinggalkan Balasan