Ini Bahaya di Balik Penyemprotan Disinfektan Bagi Manusia

SM Network – Sejak kemunculannya di Kota Wuhan, China, virus Corona telah membuat masyarakat di seluruh dunia resah. Di Indonesia, penyebaran virus ini sendiri terbilang sangat cepat. Virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini bahkan sudah menginfeksi banyak orang dan selalu bertambah dari hari ke hari.

Salah satu cara membasmi penyebaran coronavirus yang kita ketahui adalah dengan penyemprotan disinfektan. Penggunaan alat ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona. Bahkan kini, intensitas penggunaan alat ini sedang digalakkan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di pedesaan maupun perkotaan, serta dari pemerintah maupun masyarakat umum.

Namun yang perlu diketahui, meskipun disinfektan bisa bermanfaat untuk membasmi dan mencegah penyebaran virus corona, ada bahaya tersendiri yang belum banyak diketahui oleh banyak orang.

Cara menyemprot disinfektan dilakukan dengan cara yang tidak tepat justru bisa membahayakan manusia itu sendiri dan lingkungan sekitarnya, seperti penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia secara langsung.

Karena ternyata di dalam cairan disinfektan terkandung senyawa yang bisa memberikan dampak buruk jika menyentuh langsung bagian kulit manusia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara penggunaan disinfektan yang tepat, beserta bahaya di balik penggunaannya yang tidak tepat berikut ini:

Kandungan senyawa pada disinfektan.

Di dalam cairan disinfektan terkandung banyak sekali senyawa, seperti chlorin, hydrogen peroksida, aldehid, creosote, quats (quaternary ammonium compunds), idiofor, dan alkohol. Disinfektan diketahui akan kandungan senyawanya yang biosida dan memiliki kadar yang cukup tinggi. Sehingga dalam membuat cairan disinfektan harus sudah terdaftar di badan EPA (Enviromental Protection Agency) mengingat formulasi pada cairan disinfektan bekerja untuk merusak tubuh kuman, bakteri, dan virus.

Disinfektan mengganggu pernapasan.

Kandungan senyawa pada disinfektan ternyata bisa mengganggu pernapasan manusia ketika terhirup. Untuk efek jangka pendek, tubuh akan merespon cairan disinfektan yang terhirup dengan mengeluarkan zat beracun tersebut lewat sistem metabolisme tubuh. Namun jika terhirup oleh tubuh terlalu sering, maka efek jangka panjangnya bisa menurunkan sistem pertahanan tubuh. Hal ini nantinya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada sistem pernapasan manusia.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari terlalu sering menggunakan cairan disinfektan untuk menghilangkan dan mematikan coronavirus. Cukup dengan lebih rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun saja sudah efektif dalam mencegah penyebaran coronavirus, asalkan dengan langkah-langkah yang tepat.

Disinfektan tidak efektif untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus jika disemprotkan pada tubuh manusia. Karena cairan ini nantinya hanya akan menyentuh bagian luar atau pakaian luar manusia saja. Bukannya bisa membunuh virus corona, justru dikhawatirkan malah akan membahayakan manusia, seperti keracunan dan gangguan sistem pencernaan. Oleh karena itu, pergunakan disinfektan untuk benda-benda saja dan hindari menyentuh area mulut ketika melakukan kontak dengan cairan disinfektan.


SM Network

Tinggalkan Balasan