Ingatkan Kebumen Sumbu Pendek, Calon Tunggal Sulit Terkerek

KEBUMEN, SM Network – Pencalonan menghadapi Pilbup 2020 di ranah partai politik yang mengarah calon tunggal perlu diingatkan. Pasalnya, Kebumen diketahui bersumbu pendek. Dan keberanan calon tunggal jika nanti benar-benar melawan kotak kosong pun sulit terkerek.

“Sumbu pendek itu cukup sensitif dan reaktif,” kata salah satu tokoh Kebumen asal Gombong, Bambang Priyambodo, Rabu (29/7).

Terbukti, respons dari berbagai kalangan dengan dominannya partai politik yang hendak mengusung calon tunggal itu menguat di media sosial. Bahkan melalui gerakan “Kotak Kosong Cari Isi” terus dibumikan.

Bambang Priyambodo yang Mantan Camat itu menambahkan, respons tersebut sekaligus menyikapi dominasi partai politik yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi masyarakat.

“Hajatan politik dalam demokrasi kan layaknya pertandingan sepak bola. Sedangkan tim atau partai politik yang mestinya akan bertanding malah meniadakan lawan atau menyeting hanya menghadapi kotak kosong,” sambung Priyo, panggilan akrab Bambang Priyambodo.

Tokoh berdarah pejuang itu pun kembali mengingatkan jika calon tunggal nanti benar-benar melawan kotak kosong akan sulit terkerek. “Saat ini saja yang belum ada penetapan calon di KPU menjadi bulan-bulanan masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Priyo juga mengingatkan dominasi partai politik berpotensi memperparah korupsi di Kebumen. Di mana kepala daerah yang berasal dari calon tunggal itu menjadi “boneka partai” yang bukan bertindak sebagai abdi rakyat, sebagaimana tertera dalam
UU Pilkada dan sumpah jabatan. Melainkan hanya akan menjadi pelayan kepentingan parpol yang sering disebut kartel politik.

“Bahkan mungkin saja partai-partai pemilik kursi di DPRD tergadai karena punya masalah dengan pusaran OTT KPK yang telah lalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, komunikasi yang terbangun pun hanya antara kepala daerah sebagai pelayan dan parpol sebagai tuannya. Sedangkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan cenderung diabaikan.

“Mestinya juga ingat bahwa Kebumen baru saja terkena OTT KPK agar dijadikan pelajaran,” terang Priyo. Namun yang dilakukan para elit, bukannya berbenah untuk perbaikan, justru kandidat yang diseting mengarah calon tunggal itu berada pada pusaran kelompok bermasalah.


Arif Widodo / K5

5 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

Tinggalkan Balasan