Imlek 2572, Warga Tionghoa Kebumen Tak Gelar Perayaan

KEBUMEN, SM Network – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun baru Imlek 2572 di Kebumen akan diperingati tanpa perayaan. Bahkan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, ritual ibadah bersama yang biasa dilaksanakan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Kong Hwie Kiong pun ditiadakan.

Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Sugeng Budiawan menjelaskan bahwa pihaknya pada malam pergantian tahun baru Imlek tidak menggelar ritual ibadah bersama yang mengundang kerumunan warga. Meski demikian pihaknya tidak melarang jika ada warga yang beribadah ke Kelenteng maupun melakukan penyalaan lilin. Bahkan penyalaan lilin bisa diwakilkan kepada panitia tanpa harus datang ke kelenteng.

“KamiĀ  mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19 dengan tidak melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” ujar Sugeng Budiawan di sela-sela bersih-bersih kelenteng, Sabtu (6/2).

Lebih lanjut, Sugeng Budiawan menambahkan saat, Capgomeh pihaknya juga tidak menggelar pasar rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya. Termasuk secara pribadi, bos Muncul Group tersebut tidak menggelar open house maupun bagi-bagi sembako yang menimbulkan kerumunan warga. “Ya intinya, kita menjaga diri sendiri dan menjaga orang lain agar tidak tertular virus corona,” ujar Sugeng Budiawan.

Bersihkan Rupang

Sementara itu, tidak seperti biasanya, bersih-bersih kelenteng yang biasanya diikuti banyak warga Tionghoa, hanya diikuti tidak lebih dari empat orang. Selain membersihkan bangunan kelenteng, rupang (patung) konco makco (dewa dewi) dibersihkan diturunkan dari altar untuk dibersihkan. Masing-masing rupang tatacara pembersihannya berbeda-beda sesuai dengan bahan.

Untuk rupang yang terbuat dari kayu maupun terakota atau tembikar hanya dibersihkan menggunakan kuas lembut. Sedangkan rupang yang terbuat dari keramik maupun porselen dicuci menggunakan air teh yang dicampur kayu cendana.

“Untuk bersih-bersih kelenteng ini sebagai ritual untuk menyambut tahun baru imlek,” imbuh Kepala Rumah Tangga Kelenteng Kong Hwie Kiong, Liem Tjen Lay. Baik Tjen Lay maupun Sugeng Budiawan berharap pada tahun Kerbau Logam itu, pandemi Covid-19 yang sudah melumpuhkan kehidupan masyarakat sejak setahun lalu segera berakhir. Sehingga masyarakat bisa menjalani kehidupan yang normal kembali seperti sebelum pandemi.

“Ya, intinya kita semua harus semangat. Semoga setelah dilakukan vaksinasi kehidupan akan normal kembali,” tandas Sugeng Budiawan.

Tinggalkan Balasan