SM/Adib Annas Maulana - BERIKAN SOSIALISASI : Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo berikan sosialisasi penegakan hukum kepada awak media di Hotel Front One Harvest Wonosobo, Kamis (25/3).

WONOSOBO, SM Network – Kantor Imigrasi Kelas II non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Wonosobo mendeportasi 11 warga negara asing (WNA) sepanjang tahun 2020. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Uckhy Aditya mengatakan, WNA yang dideportasi mayoritas melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Penegakan hukum sepanjang 2020 yang telah dilakukan yaitu tindak administrasi keimigrasian, 11 WNA deportasi. Umumnya kasus yg dilanggar Pasal 78 Ayat 3 terkait kelebihan izin tinggal, atau tidak lagi memiliki izin tinggal. 11 WNA itu berasal dari China, Afrika Selatan dan Korea,” terangnya usai acara sosialisasi penegakan hukum keimigrasian di Hotel Front One Harvest Wonosobo, Kamis (25/3).

Dia menyebut, pada tahun 2020 pihaknya telah melakukan operasi gabungan bersama Polres Magelang dalam mengamankan WNA yang meresahkan. Sedangkan di tahun 2020 hingga bulan Maret, pihaknya baru mendeportasi satu WNA asal Australia dari wilayah Kabupaten Temanggung. WNA tersebut, lanjutnya, juga melebihi izin tinggal atau over stay.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II non-TPI Wonosobo, Henki Irawan mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat tim pengawasan orang asing (tim pora) Kabupaten Wonosobo. Rapat yang dihadiri jajaran Forkopimda, TNI/Polri, hingga Camat itu diharap bisa meningkatkan pengawasan bagi WNA yang menetap di Wonosobo.

“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan operasi gabungan di perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing,” katanya usai pembukaan rapat tim pora Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/3).

Henki mengatakan, dalam operasi gabungan nanti akan disiapkan Kasi Intelijen Penindakan Kantor Imigrasi Wonosobo dibantu dari Satuan Intelkam Polres Wonosobo, Pasi Intel Kodim, Kesbangpol serta dari BNN apabila terkait narkotika maupun dari Dinas Tenaga Kerja.

Uckhy Aditya menambahkan, Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga yang rencananya akan mulai beroperasi pada 22 April mendatang berpotensi meningkatkan kunjungan WNA ke Wonosobo. Rencana pembangunan jalan bebas hambatan Bawen-Jogjakarta menurutnya juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Wonosobo. Untuk itu pengawasan dan penegakan hukum harus ditingkatkan.

“Tim pora ini bersinergi dengan banyak instansi. Tujuanya untuk bertukar informasi mengenai adanya WNA yang ada atau tinggal di Wonosobo,” pungkasnya.