Imbas PSBB Jakarta, Okupansi Hotel di DIY Anjlok

YOGYAKARTA, SM Network – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta sejak 14 September 2020, turut berimbas terhadap sektor perhotelan di DIY.

Sepekan sejak diberlakukan PSBB, okupansi hotel menurun drastis. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, PSBB sudah sangat terasa dampaknya. Okupansi kini hanya tinggal 30 persen untuk hotel berbintang, dan 10 persen pada hotel non bintang.

“Penurunannya drastis. Padahal bulan Agustus lalu, okupansi sudah bisa mencapai 60 persen dari kamar yang dioperasikan,” kata Deddy saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).

Setelah penerapan PSBB, banyak konsumen yang menjadwalkan ulang bahkan membatalkan pesanan. Mereka tidak hanya berasal dari DKI Jakarta tapi juga wilayah sekitarnya seperti Jawa Barat, dan Banten.

Pernyataan PHRI tersebut sinkron dengan keterangan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo. Menurut Singgih, kebijakan PSBB memberi pengaruh cukup signifikan terhadap bisnis perhotelan.

“Dari laporan yang saya terima, sudah ada beberapa pembatalan booking atau reschedule meeting terutama dari konsumen instansi,” ujarnya.

Namun jika melihat data aplikasi Visiting Jogja, angka wisatawan cenderung tidak mengalami tren penurunan. Hal itu lantaran aplikasi tersebut mencatat data kunjungan ke destinasi yang notabene didominasi wisatawan lokal DIY dan Jawa Tengah atau daerah non PSBB.

1 Komentar

  1. 565845 877753Some really select articles on this internet site , bookmarked . 682038

Tinggalkan Balasan