Imbas PPKM, Pegiat Wisata Nihil Penghasilan

KEBUMEN, SM Network – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menyusul peningkatan Covid-19 di Kebumen berimbas pada lesunya perputaran ekonomi. Tidak terkecuali objek wisata, baik yang dikelola oleh desa maupun Pemerintah Kabupaten Kebumen yang ditutup total mulai 11 – 25 Januari 2021.

Salah satunya ditemui di objek wisata Curug Sindoro yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kebumen. “Akibat ditutupnya objek wisata tersebut, pegiat wisata nihil penghasilan karena tidak ada pengunjung,” kata Ketua Pokdarwis Desa Wadasmalang Margono.

Padahal, lanjut Margono, sebelum ada pandemi, Curug Sindoro merupakan objek wisata favorit bagi masyarakat Kebumen. Saban harinya, ada ratusan wisatawan yang datang dan menikmati keindahan alam dari curug tersebut. “Akan tetapi dengan adanya wabah pandemi Covid-19, pengunjung berkurang drastis, bahkan hingga mencapai 90 persen,” imbuhnya.

Terlebih saat ini diberlakukan PPKM yang berdampak pada lesunya perputaran ekonomi masyarakat di objek wisata tersebut. Warung-warung yang sebelumnya bertengger dengan aktivitas super sibuk pun menjadi sepi sejak ditutup total. Hanya terlihat masyarakat lokal yang merumput dan mengelola lahan di sekitaran Curug Sindoro.

Meski demikian, pihaknya tetap mendukung apa yang menjadi program pemerintah, lantaran untuk kebaikan masyarakat guna menanggulangi wabah pandemi Covid-19. Selain itu pihaknya juga selalu berkomunikasi dengan Pokdarwis desa lain terkait perkembangan wisata Kebumen ke depan.

Diharapkan dengan adanya vaksinasi semoga pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya Kebumen, bisa berakhir. Kemudian PPKM segera dicabut serta pariwisata di Kebumen bisa kembali berjalan seperti semula.

Ia juga optimistis pariwisata Kebumen akan kembali maju dan semakin dikenal oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Terlebih wilayah Karangsambung masuk dalam warisan geopark dunia, yang dipastikan menjadi tempat penelitian geologi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan