Imbas Corona, Permintaan Paspor Menurun

WONOSOBO, SM Network – Permintaan pembuatan paspor untuk ibadah umroh di Kantor Imigrasi Wonosobo, Jawa Tengah turun drastis sejak Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan larangan sementara bagi jamaah umrah asal Indonesia terkait upaya pencegahan atas penyebaran virus Covid-19 yang telah menelan ratusan korban di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo Kelas II Non TPI Wonosobo IG Ketut Arief RH mengatakan, sebelumnya dalam sehari permohonan paspor untuk ibadah umrah bisa mencapai 50 calon jamaah, namun kini hanya 5-10 orang saja yang memohon paspor dengan tujuan untuk ibadah.

“Memang sesuai dengan kebijakan Arab Saudi untuk mengurangi atau menunda keberangkatan jamaah umrah, maka masyarakat yang memohon paspor umrah berkurang jauh, dari semula 50 orang setiap hari, kini hanya 5-10 pemohon saja,” katanya.

Menurut dia banyak calon jamaah umrah yang menunda keberangkatan mereka. Sedangkan Kantor Imigrasi tidak membatasi untuk pengajuan paspor umrah oleh calon jamaah. Mereka tetap dipersilakan untuk memohon paspor umrah.

“Hanya saja kami memang selalu mengingatkan bahwa untuk saat ini tujuan umrah sedang distop. Kami sampaikan kepada para jamaah untuk bersabar dan menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Ia mengatakan Kantor Imigrasi Wonosobo yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo, banyak menerima pemohon paspor umrah dari wilayah Kabupaten Magelang dan Temanggung.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, kata dia, masa tunggu calon jamaah haji di Jawa Tengah antara 17-20 tahun. “Karena jangka waktu yang lama untuk dapat berangkat haji, maka para calon jamaah melaksanakan umroh lebih dulu,” katanya. Biaya pembuatan paspor umrah sesuai dengan aturan sebesar Rp 350 ribu. Biaya itu oleh calon jamaah umrah bisa langsung dibayarkan kepada bank yang sudah ditunjuk.

Menurut Ketut, guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, menolak ijin masuk WNA yang berasal atau baru mengunjungi negara beresiko terpapar virus Corona. Penolakan tersebut dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia dengan memeriksa cap keberangkatan terakhir.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan