Imbas Corona, 1300 Buruh Jadi ‘Pengangguran’ Baru

SM Network – Tercatat sebanyak 1300 buruh harus menunggu pekerjaan di rumah setelah tujuh perusahaan di Kabupaten Temanggung kesulitan keuangan sebagai dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kondisi ekonomi sedang lemah. Perusahaan terpaksa merumahkan pekerja. Ada tujuh perusahaan yang merumahkan sebagian pekerjanya,” kata Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Temanggung Agus Sarwono, Minggu (10/5/2020).

Dia mengemukakan pihaknya menerima laporan dari perusahaan tekstil PT Sumber Makmur Anugerah yang telah melakukan pemutusan hubungan kerja pada 62 pekerja. Mereka ini belum sebagai karyawan tetap.

“Karena situasi dan kondisi pandemi COVID-19 ini maka sebanyak 62 karyawan di PT Sumber Makmur Anugerah di-PHK. Mereka yang di-PHK tersebut belum karyawan tetap,” katanya.

Dia merinci tujuh perusahaan yang merumahkan karyawan, enam diantaranya bergerak dibidang pengolahan kayu sedangkan satu perusahaan yakni PT Sumber Makmur Anugerah, sebagai industri garmen.

Perusahaan pengolahan kayu, kata dia, terkendala dalam ekspor karena berbagai sebab seperti tidak ada order dari negara tujuan, sehingga otomatis tidak ada produksi.

“Ketidakadanya produksi ini, sehingga karyawan di minta menunggu di rumah,” kata dia, sembari mengatakan tujuan ekspor perusahaan pengolahan kayu adalah Cina.

Agus mengatakan pandemi Covid-19 juga telah berdampak pada satu perusahaan otobus dan sejumlah kontraktor, yang juga terpaksa merumahkan pekerjanya. Namun meski dirumahkan, perusahaan tetap punya tanggungan dalam pemberian upah kendati tidak penuh.

“Perusahaan sebisa mungkin juga memberikan THR pada pekerja. Diharapkan setidaknya H-7 walaupun,” kata dia.

Agus mengatakan telah mengeluarkan surat edaran kepada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Temanggung, yang isinya antara lain tidak melakukan PHK walau di tengah pandemi COVID-19.


SM Network

Tinggalkan Balasan