Ikuti Pelatihan Baznas, Siti Sangadah Kini Mahir Menjahit

KEBUMEN, SM Network – Siti Sangadah (37) hadir ke Sekretariat Baznas Kebumen dengan mengenakan gamis warna krem yang dipadu dengan motif batik, baru-baru ini. Gamis yang dipakai ibu satu anak itu adalah hasil karyanya sendiri setelah mengikuti pelatihan ekonomi produktif yang diselenggarakan oleh Baznas Kebumen.

Ya, ibu rumah tangga asal Desa Krandengan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen itu adalah satu dari 26 peserta pelatihan menjahit yang dilaksanakan oleh Baznas Kebumen bekerjasama dengan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker KUMKM Kebumen selama sebulan.

“Saya bersyukur sekali bisa mendapatkan kesempatan belajar dengan mengikuti pelatihan dari Baznas. Saya bisa bertambah keterampilan, pengalaman dan teman,” ujar Siti Sangadah kepada Suara Merdeka di sela-sela menerima secara simbolis bantuan mesin jahit dari Baznas.

Perempuan yang mengaku pernah kursus menjahit tetapi berhenti di tengah jalan tersebut tak pernah absen selama 30 hari mengikuti pelatihan. Dia antusias menerima materi mulai dari pengenalan mesin jahit, membuat pola, memotong kain, sampai dengan praktik membuat pakaian. Hasilnya sudah bisa bersaing dengan penjahit yang sudah profesional.

“InsyaAllah saya akan mengembangkan kemampuan saya. Mudah-mudahan  bisa membantu suami. Pertama-tama membuat baju untuk suami, anak dan keluarga terlebih dahulu,” ujar Siti Sangadah menyebutkan suami  bekerja sebagai kuli bangunan.

Senada dirasakan Putri (19) gadis asal Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, dan Nur Hamid (19) pemuda asal Desa Menganti, Kecamatan Sruweng. Kedua remaja yang baru saja lulus dari SLTA  itu sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan yang seluruhnya dibiayai oleh Baznas Kebumen. Untuk itu, keduanya tak menyia-nyiakan pelatihan yang berlangsung Senin-Sabtu mulai pukul 08.00-15.00  tersebut.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, insyaAllah sudah ada pandangan ke depannya,” ujar Nur Hamid kini mahir menjahit pakaian.

Bantuan Alat

Selain menjahit, dalam kegiatan itu juga dilaksanakan pelatihan tata boga dengan 27 peserta dan pertukangan/mebeler 16 peserta. Tak sekadar mendapatkan pelatihan secara cuma-cuma, para peserta juga menerima bantuan peralatan mesin jahit, alat masak hingga peralatan pertukangan.

“Pelatihan ini menggunakan dana ZIS tahun 2020 sebesar Rp 266 juta,” ujar Plt Ketua Baznas Kebumen drh Djatmiko.

Adapun waktu pelatihannya dibedakan sesuai kelas. Pelatihan menjahit dilaksanakan 30 hari kerja sejak 30 November 2020. Kelas tata boga dilaksanakan 15 hari mulai 7 Desember 2020. Sedangkan pelatihan pertukangan dilaksanakan selama 30 hari mulai 7 Desember 2020. Djatmiko mengharapkan pelatihan tersebut menjadi bekal keterampilan bagi para peserta yang dipilih oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa.

Para peserta berasal dari keluarga kurang mampu atau putus sekolah dan masih dalam usia produktif dengan usia maksimal 45 tahun.

“Kami berharap pelatihan ini mendatangkan manfaat bagi peserta, karena tujuan kami memang peningkatan ekonomi produktif bagi mereka yang dalam usia produktif,” jelas Djatmiko. Dia menambahkan, pada usia produktif seseorang bisa bekerja dengan menggunakan semua kemampuan terbaik yang dimilikinya. Apalagi situasi pandemi seperti sekarang.  “Jika memiliki keterampilan akan mudah beradaptasi untuk mencari atau membuka lapangan usaha,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan