SM/ist : Ika Suciwati (kanan) saat webinar English Department Student Association (EDSA)

YOGYAKARTA, SM Network – Lulusan program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (PBI UAD), Ika Suciwati mendapat beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) di Monash University Australia. Program itu sudah berlangsung 60 tahun, yang terlama bekerja sama dengan Indonesia.

Ika menjelaskan, dirinya mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa AAS setelah menyelesaikan pendidikan strata satu di PBI UAD. Beasiswa diberikan langsung oleh Pemerintah Australia. Biasanya AAS meloloskan sekitar 50—250 peserta. Namun, di tahun 2020 hanya meloloskan 50 dari 6.200 peserta yang mendaftar. Hal ini karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Selama kuliah, Ika merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan. Di kampus, ia bergabung dalam organisasi Debate Community (Deco), Peer Assisted Learning Program (PALP), dan English Department Student Association (EDSA). Kegiatan di luar kampus yang diikuti antara lain American Edufair, ASEAN International Summit, World Universities Debating Championship, Asean Youth Cultural Exposure, dan International Conference of Language, Innovation, dan Culture and Education.

Fokus dan Tekun

”Tetap fokus dan tekun pada potensi yang ada, perbanyak pengalaman dan ilmu pengetahuan, serta jangan ragu untuk mencoba,” tandas Ika pada webinar yang diselenggarakan oleh English Department Student Association (EDSA) yang berkolaborasi dengan program studi PBI, kemarin.

Ia menjelaskan AAS memenuhi seluruh kebutuhan penerima beasiswa, dari sebelum keberangkatan hingga selama menjadi mahasiswa di Australia. Program itu juga melakukan pendampingan kepada penerima beasiswa. Meskipun telah memilih jurusan dan universitas saat mendaftar, penerima beasiswa akan diyakinkan kembali oleh pihak AAS atas pilihannya.

Ketika sudah berstatus mahasiswa di Australia, pihak AAS juga memberi kelonggaran kepada mahasiswa untuk menyampaikan keluhan jika mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran di kampus yang telah dipilih.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Indonesia, penerima beasiswa akan mendapatkan berbagai manfaat, misalnya menjadi bagian dari Australian Global Alumni Network In Indonesia. Penerima beasiswa juga berkesempatan berpartisipasi dalam Alumni Events, Exclusive Alumni Events, mendapat informasi yang up-to-date di AGS scholarship, dan tergabung dalam Australia-Indonesia Alumni Forum.