SMN/Gading PersadaMIRAS OPLOSAN: Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Widiyanti menunjukkan barang bukti miras oplosan yang didapat dari penjual yakni seorang ibu rumah tangga.

YOGYAKARTA, SM Network- Seorang ibu rumah tangga berinsial TN, warga Kota Jogja harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, TN kedapatan menjual minuman keras (miras) oplosan. Bersamanya, ditangkap juga dua pemuda berinsial KN dan THY karena kedapatan tangan tengah berpesta minuman keras (miras) di sebuah warung angkringan di sekitar Pasar Klitikan awal pekan ini.

Berstatus tersangka, saat ini ketiganya meringkuk di sel tahanan Mapolsek Wirobrajan Kota Jogja.”Untuk dua pemuda, kami tangkap Selasa (19/5) saat minum minuman keras jenis oplosan di Pasar Klitikan,” kata Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Widiyanti, Sabtu (23/5).

Endang menceritakan, kedua tersangka KN dan THY terciduk sedang minum minuman keras yang dikemas di dalam botol bekas air mineral di sebuah angkringan oleh petugas Polsek Wirobrajan saat tengah berpatroli rutin. Selanjutnya dua tersangka beserta empat botol miras oplosan diamankan oleh petugas Unit Reskrim Polsek Wirobrajan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Kapolsek, tersangka mengaku mendapatkan minuman keras oplosan di wilayah Pakuncen dengan harga per botol Rp 25.000.”Lebih lanjut dari pengembangan kasus yang dilakukan kami mendapatkan identitas penjual miras oplosan dan berhasil kami amankan seorang ibu rumah tangga inisial TN di wilayah Pakuncen,” terang Kapolsek.Berdasarkan pengakuannya, ibu rumah tangga berinsial TN berjualan miras jenis oplosan sudah dua bulan dengan harga Rp 25.000 per botol dengan mendapatkan keuntungan Rp 5.000 untuk setiap botolnya.

TN pun mengaku mendapatkan miras jenis oplosan itu dari pemasok seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya dan transaksi di selatan Pasar Klitikan setiap 2 hari sekali dengan menggunakan sepeda motor.”Saat ini pemasok miras jenis oplosan masih kami lakukan pengembangan dan ditetapkan sebagai DPO,” imbuh Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, dari kejadian ini tiga orang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana ringan melanggar pasal 57 ayat (2) Perda DIY No 12 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol Serta Pelarangan Minuman Oplosan.”Dengan ancaman pidana kurungan dan denda Rp 50.000.000,” tegas Endang.


Gading Persada