Ibu-ibu Persit Ikuti Sosialisasi Pilbup

KEBUMEN, SM Network – Ibu-Ibu Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Kodim 0709 Kebumen mengikuti sosialisasi Pilbup 2020. Kegiatan yang digelar di Aula Makodim 0709 itu diisi oleh Komisioner KPU Kebumen Agus Hasan Hidayat, Selasa (17/11).

Kegiatan yang diikuti 30 peserta itu dihadiri langsung Ketua Persit Chandra Kirana Cab XXIX Kodim 0709 Kebumen Nina Matondang. Agus Hasan yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM pada KPU Kebumen itu memaparkan pemilihan serentak di era pandemi Covid-19 menerapkan protokol kesehatan.

Di mana pelaksanaannya memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

“Setiap penyelengara pemilihan wajib melaksanakan protokol kesehatan,” kata Agus Hasan. Meliputi KPU, PPK, PPS, PPDP dan KPPS3. Juga Bawaslu, Panwaslu, PKD serta Pengawas TPS.
Termasuk pihak lain yang terlibat, tim kampanye, petugas kampanye dan relawan, serta Paslon dan petugas penghubung.

Mengenai target dan upaya KPU meningkatkan partisipasi pemilih, Agus Hasan membeberkan terkait sosialisasi, baik tidak langsung melalui laman KPU, media sosial, media celak, elektronik dan daring. Adapun secara langsung antara lain kunjungan ke basis perempuan, disabilitas dan lain lain.

“Ada pula pembentukan relawan demokrasi, pelayanan rumah pintar pemilu, seminar dan fucus group discussion (FGD),” imbuhnya.

Mengenai pemberian suara pada Pilbup yang diikuti Calon Tunggal yang terdapat di Kebumen, dengan cara mencoblos satu kali pada kolom yang memuat foto pasangan calon atau kolom kosong yang tidak bergambar.

Penetapan pasangan calon terpilih sesuai UU Nomor 10 tahun 2016 pada Pasal 54D disebutkan bahwa KPU Kabupaten menetapkan Paslon terpilih pada pemilihan satu pasangan calon jika mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari suara sah.

Jika perolehan suara pasangan calon kurang dari ketentuan tersebut, maka kalah dan Paslon bersangkutan boleh mencalonkan lagi dalam pemilihan berikutnya. Adapun dalam hal belum ada pasangan calon terpilih terhadap hasil pemilihan, maka pemerintah menugaskan penjabat (Pj).

Tinggalkan Balasan