Ibu Hamil Wajib Baca, Stunting Hingga Resiko Kematian Bayi

TEMANGGUNG, SM Network – Pencegahan stunting, hingga risiko bayi dan ibu melahirkan meninggal saat persalinan, perlu dilakukan sejak dini. Antara lain dengan pemberian edukasi kepada kaum ibu sebagai upaya antisipasi. Hal tersebut seperti dilakukan oleh para petugas promosi kesehatan (Promkes) di Kabupaten Temanggung dengan cara menggelar kelas ibu hamil.

Petugas Promkes Puskesmas Pare, Novitasari Candra Kirana Wati mengatakan, pihaknya melakukan pelatihan kelas ibu hamil dengan cara memberikan berbagai pengetahuan baik teori maupun praktik. Selain itu, menguatkan mental menjelang persalinan yang juga tidak kalah penting untuk kelancaran dan keselamatan baik bagi ibu maupun bayi.

“Tujuannya untuk mendidik ibu-ibu hamil di lingkungan Puskesmas Pare ini menjadi mandiri, dan mengerti manfaatnya, kehamilan itu seperti apa dan cara menanganinya, termasuk tanda bahaya seperti apa. Karena kehamilan itu kita tidak tahu sebab berada di dalam,”ujarnya belum lama ini.

Menurut dia, edukasi itu sangat penting dilakukan bahkan dari sejak persiapan program kehamilan, tanda-tandanya seperti apa hingga persiapan menghadapi persalinan. Selain itu pasca melahirkan bagaimana memberikan asupan gizi dan perawatan bayi.

“Ini semua untuk mencegah kematian bayi saat dilahirkan, sebab beberapa tahun lalu ada bayi yang meninggal setelah dilahirkan. Maka kita lakukan kelas ibu hamil ini, tak kalah penting bagaimana asupan gizi untuk ibu dan gizi pada bayi yang dikandung. Ini sesuai dengan program pemerintah untuk mencegah stunting sejak dini dan paling efektif dilakukan sejak kehamilan,”katanya.

Disebutkan, sejumlah materi seperti mencegah stres, memperbaiki postur tubuh, cara mengurangi nyeri pinggang, mencegah terjadinya sembelit. Ditekankan pula bagaimana caranya agar ibu hamil tetap rileks.

Musarifah (26) dari Desa Pare yang tengah mengandung anak ketiganya menuturkan, ada perbedaan baginya dari anak pertama dengan saat ini setelah mengikuti kelas ibu hamil. Pasalnya, dengan pelatihan ini dia menjadi tahu bagaimana cara menghadapi segala kendala saat kehamilan dan mempersiapkan diri untuk persalinan hingga masa menyusui dan perawatan bayi.

“Jelas ada perbedaan antara kehamilan pertama dengan ketiga ini, sebab dulu tidak pernah ikut pelatihan. Kami ibu-ibu hamil jadi tambah pengalaman, apa yang harus kami lakukan selama hamil, persalinan, hingga perawatan bayi,”katanya.


Raditya Yoni A

Tinggalkan Balasan