Hujan di Puncak Kemarau? Ini Penyebabnya

YOGYAKARTA, SM Network – Sebagian besar wilayah DIY diguyur pada Selasa (11/8). Hujan dengan intensitas ringan itu berlangsung sejak sore hingga malam hari. Sesuai keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan Agustus ini adalah puncak musim kemarau.

Namun mengapa hujan bisa turun di tengah puncak kemarau? Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menerangkan, hujan di wilayah DIY itu disebabkan oleh pertemuan arus angin di Jawa. Hal ini ditandai dengan belokan angin dan perlambatan kecepatan angin akibat aktivitas sirkulasi siklonik yang berpusat di perairan selatan NTT. “Faktor penyebab itu didasarkan pada analisis lapisan ketinggian 700 mb pukul 00.00 UTC,” kata Reni.

Dia melanjutkan, perlambatan kecepatan angin ini mengakibatkan penumpukan massa udara di wilayah Jawa. Sehingga, mendukung pertumbuhan awan tipe Stratiform yang merupakan jenis awan rendah. Awan ini bersifat merata dan menyebabkan hujan ringan cukup lama di wilayah DIY.

Reni menambahkan, saat ini DIY masih dalam puncak musim kemarau dengan karakteristik kemarau cenderung agak basah dibanding tahun lalu. Prediksi awal musim hujan bervariasi antara Oktober dasarian II atau pertengahan Oktober, sampai dengan November dasarian I atau awal November. “Diperkirakan, yang duluan masuk awal musim hujan di DIY adalah wilayah Sleman bagian barat dan utara,” tutupnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan