Hotel Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

MAGELANG, SM Network – Makin terbatasnya rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Magelang membuat Pemkot Magelang mengambil langkah menyediakan hotel sebagai tempat isolasi mandiri. Tempat isolasi ini untuk pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau gejala ringan.

Untuk diketahui, hingga 21 November 2020, jumlah pasien corona aktif asal Kota Magelang mencapai 48 orang yang masih dirawat di rumah sakit. Sementara yang tengah menjalani isolasi mandiri sebanyak 89 orang. Total kasus konfirmasi positif hingga saat ini mencapai 453 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto mengatakan, kenaikan signifikan selama beberapa hari terakhir ini bukan karena klaster. Melainkan upaya pemerintah yang turut menaikkan jumlah pengiriman spesimen.

“Yang kita tes swab semakin banyak, karena proses tracking dan tracing pasien di RSUD Tidar, RST Dr Soedjono, RSJ Prof Dr Soerojo, dan RSUD Budi Rahayu. Prediksinya, hasil ini akan terus bertambah, karena proses tracing masih terus dilakukan,” ujarnya.

Dia menuturkan, kapasitas rumah sakit sudah kian terbatas, karena pasien terkonfirmasi dan suspek juga terus bertambah. Bahkan, RSUD Tidar yang menjadi rumah sakit terluas pun sudah penuh sejak beberapa waktu lalu.

“Hotel sudah kita buka sejak Sabtu (21/11) untuk isolasi pasien terkonfirmasi positif. Sementara pasien tanpa gejala bisa isolasi di rumah asal memungkinkan. Jika tidak bisa di hotel, khusus yang bergejala bisa dirujuk ke RS Budi Rahayu,” katanya.

Makin terbatasnya jumlah tempat isolasi pasien Covid-19 ini, karena empat rumah sakit rujukan di Kota Magelang tidak hanya merawat pasien khusus warga kota, tetapi sebagian juga berasal dari luar daerah.

RSUD Tidar menampung pasien suspek asal Kota Magelang sebanyak 10 orang dan pasien terkonfirmasi sebanyak 20 orang. Kemudian yang berasal dari luar daerah ada 14 orang suspek dan 30 orang konfirmasi positif.

Lalu, RST Dr Soedjono merawat 5 pasien konfirmasi asal Kota Magelang dan 36 pasien dari luar daerah, dengan rincian 1 suspek dan 35 konfirmasi positif. Di RSJ Prof Dr Soerojo, warga Kota Magelang yang masih dirawat terdiri dari 1 suspek dan 1 konfirmasi. Namun, pasien dari luar daerah justru mendominasi dengan 17 pasien suspek dan 12 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Di RS Budi Rahayu, merawat 5 orang suspek dan 22 orang positif Covid-19 berasal dari Kota Magelang. Rumah sakit ini memang disediakan oleh Pemkot Magelang guna penanganan isolasi khusus bagi penduduk Kota Magelang sehingga tidak ada pasien asal luar daerah.

Total sementara, pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan di Kota Magelang, baik dari dalam ataupun luar daerah tercatat 125 orang kasus konfirmasi positif dan 48 orang suspek. Kasus kematian juga bertambah menjadi 60 kasus, terdiri dari 27 positif corona, 21 probable, dan suspek 12 orang.

Sayangnya, Majid enggan menyebut hotel mana yang disediakan pemerintah untuk merawat pasien Covid-19 ini. Ia hanya memberikan rambu sederhana jika hotel yang disediakan fasilitas isolasi tersebut berada di Jalan A Yani Magelang.

“Untuk tempat isolasi, Pemkot memfasilitasi hotel di Jalan A Yani, khusus untuk warga Kota Magelang selain di RS Budi Rahayu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan