SM/Arif Widodo - NGEFLOG : Budi Yayan (kiri) ngeflog sambil menunjukkan kuku panjangnya.

MEMILIKI kuku panjang menginspirasi Budi Yayan (40) untuk membuat konten lewat media sosial dengan nama Chanel Seniman Kuku. Ia yang warga RT 1 / RW 2 Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Kebumen pun dikenal masyarakat internasional yang tergabung dalam Original Long Nail.

“Saya sudah berulangkali didatangi orang luar setelah mengapload hobi saya memanjangkan kuku,” kata Budi Yayan yang memiliki nama asli Budiyanto itu.

Awalnya, Budi mengira ada teman iseng yang menggunakan bahasa asing saat menghubungi lewat chat. Ternyata bukan. Ia orang asing yang telah menyaksikan tayangan hobinya di YouTube. “Orangnya Negro dan ia kemudian datang langsung ke rumah saya di Karangtanjung,” ungkap Budi.

Kejadian pada tahun 2015 itu lantas menginspirasi Budi lagi untuk mengenal lebih jauh tentang dunia pariwisata. Apalagi, orang luar negeri yang menemuinya dari berbagai negara di belahan dunia. Seperti Jerman, Austria dan Amerika.

Sehingga, keberadaan orang asing yang menemuinya dimanfaatkan untuk mengenalkan objek wisata di Kebumen. Lebih luas lagi tempat-tempat wisata di Indonesia. “Hobi memanjangkan kuku ini menjadi jembatan saya untuk mengenal orang-orang di berbagai negara. Selanjutnya ketika berkunjung ke sini, saya arahkan untuk mengunjungi objek-objek wisata. Dari sinilah saya mengenal dunia pariwisata,” jelasnya.

Budi yang bekerja di salah satu perusahaan negara itu juga kian aktif untuk menayangkan berbagai kegiatannya. Termasuk berbagai potensi yang ada di Kebumen hingga berkenalan dengan banyak komunitas yang mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia. Saat mengisahkan hobinya tersebut, Budi mengaku sudah memanjangkan kuku sejak kecil. Saat sekolah yang tidak boleh memanjangkan kuku, Budi mengaku tetap membandel.

“Saya sering kena pukul di sekolah karena kukunya panjang. Tapi saya tetep ngeyel dan nyuri-nyuri untuk memanjangkan kuku,” katanya. Kuku terpanjang yang ia miliki mencapai 15 cm. Ia menyampaikan kukunya sering patah saat beraktivitas. Seperti saat kerja bakti di kampung halamannya. Meski demikian, tetap saja masih panjang.

“Kalau teman saya, panjang kukunya sampai 60 cm,” ucap Budi. Menanggapi perkataan sebagian masyarakat jika kuku panjang ceboknya bagaimana, Budi menjelaskan bukan menggunakan kuku melainkan perasaan. Menurutnya, banyak hikmah yang ia ambil dari memiliki hobi memanjangkan kuku. Budi menyebut sering diajak tour serta mendapatkan bonus dan royalti.

Mengenai perawatan kuku, lanjut Budi, cukup menggunakan sikat gigi atau cairan pencuci piring. Soal kontes kuku panjang, selama ini diakuinya belum dilakukan. Baru sebatas pertemuan lintas komunitas yang memiliki hobi sama. Seperti saat pertemuan di Yogyakarta dan tour ke Bali beberapa waktu lalu. “Yang jelas, memiliki kuku panjang itu salah satu media orang asing tertarik berkunjung ke sini. Jadi, kita bisa promosikan Kebumen kepada masyarakat internasional,” papar Budi.