Hibah Sumur Resapan dari IUWASH PLUS Disebar di Kelurahan Wates

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang menerima hibah barang berupa sumur resapan dari USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene – Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS). Sumur resapan ini pun terpasang sebanyak 21 titik tersebar di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara dengan total nilai perolehan sebesar Rp 48.000.000.

Penandatanganan naskah hibah dilaksanakan bersamaan dengan Workshop Closing Program Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Melaksanakan Rencana Aksi Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA) Melalui Sumur Resapan di Ruang Pangripta Bappeda, Jumat (15/1). Tanda tangan disaksikan oleh Plt Kepala Bappeda Kota Magelang, Handini Rahayu, perwakilan USAID IUWASH PLUS, perwakilan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS), dan beberapa pejabat Pemkot Magelang.

“Pembangunan sumur resapan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemkot Magelang dan USAID IUWASH – PLUS untuk meningkatkan akses air mimum bagi masyarakat di Kota Magelang. Selain juga sebagai aksi nyata hasil Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA) untuk mengkonservasi sumber mata air Tuk Pecah sebagai satu-satunya sumber mata air yang berada di Kota Magelang, melalui pembuatan sumur resapan,” ujar Plt Kepala Bappeda, Handini Rahayu.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menjelaskan, pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat di wilayahnya saat ini mengandalkan mata air atau air tanah. Sementara sebagian besar mata air berada di luar wilayah Kota Magelang.

“Dari 6 mata air sumber air minum Kota Magelang, 5 di antaranya berada di wilayah Kabupaten Magelang. Hanya sumber mata air Tuk Pecah yang berada di wilayah Kota Magelang,” katanya.

Dia menuturkan, data hasil studi KKMA yang dilaksanakan oleh USAID IUWASH PLUS, didapat fakta bahwa, debit semua mata air sumber air minum penduduk Kota Magelang mengalami penurunan, karena semakin berkurangnya daerah imbuhan mata air/tangkapan air (Catchment Area).

Sementara berdasarkan Studi Kerentanan mata air Tuk Pecah, sumber mata air yang memiliki luas sekitar 10.349,21 hektar tersebut terus mengalami penurunan debit air. Jika dibandingkan dengan debit tahun 2005, didapat fakta debit mata air Tuk Pecah pada tahun 2019 telah mengalami penurunan 30,14 liter per detik hingga 125,86 liter per detik, atau mengalami penurunan 8 sampai dengan 16 liter per tahun.

Oleh karena itu, Windarti memastikan komitmen Pemkot Magelang untuk menjaga dan melindungi kelestarian dan kesinambungan pasokan air baku mata air Tuk Pecah. Hal ini mengingat fungsi dan peranan mata air Tuk Pecah sebagai sumber utama penyediaan dan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Magelang.

“Kita juga pastikan Pemkot Magelang akan meneruskan program konservasi air melalui replikasi pembuatan sumur resapan air hujan ini ke depan. Termasuk mencari alternatif sumber air minum dan konservasi air hujan untuk keberlanjutan penyediaan air minum,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan USAID IUWASH PLUS, Alifah Lestari mengutarakan, tidak mudah bagi pihaknya melaksanakan seluruh rangkaian program implementasi peningkatan akses air minum dan sanitasi serta perbaikan perilaku higiene masyakarat di tengah pandemi Covid-19. Namun, pihaknya bersyukur adanya dukungan warga, khususnya warga RW 07 Kelurahan Wates yang telah melancarkan segala sesuatunya.

USAID IUWASH PLUS, imbuhnya, juga mengenalkan konsep perilaku utama untuk pencegahan penyebaran Virus Covid-19, yaitu 3M PLUS 2M. 3M pertama adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Kemudian PLUS adalah Penyehatan Lingkungan Untuk Semua dengan cara peningkatan akses air minum dan sanitasi.

“3 M ini tidak cukup, sehingga harus ditambahkan dengan 2M, yaitu mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Dengan demikian kita akan terus berpartisipasi dalam pencegahan penularan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan