Belum Ada Bukti Hewan Piaraan Berkontribusi Ikut Sebarkan Corona

ilustrasi

SM Network – Pernah disebut-sebut, kelelawar menjadi sumber penyebaran virus korona di China. Meski sebenarnya kelelawar itu sendiri hanyalah satu dari sekian banyak golongan hewan yang penular seperti tikus dan hewan karnivora dan primata lainnya.

“Menurut para ilmuwan, korona sebagai penyakit baru itu akibat tingginya frekuensi interaksi antara satwa liar dengan manusia,” kata drh Avivah Vega dari Animal Center Drh Nugroho.

Bacaan Lainnya

Berbicara pada sosialisasi pencegahan Covid-19 di depan para siswa SMK Visi Media Indonesia (VMI) Ungaran, Kamis (12/3) di Studio Dreamlight World Media, drh Avivah Vega yang didampingi drh Muhammad Faiz, meluruskan anggapan bahwa hewan rumahan berkontribusi dalam penyebaran korona.

“Sampai saat ini belum ada bukti bahwa hewan peliharaan di rumah seperti anjing, kucing, kelinci, burung dan unggas bisa menginfeksi corona. Meski demikian pemilik hewan piaraan sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang dan sangkar. Karena bakteri jahat seperti e-coli dan salmonella bisa menjadi potensi penyakit hewan ke manusia,” kata dia.

Yang lebih penting lagi untuk dipahami adalah, bahwa tetesan air (droplet) antar manusia sebagai sumber penyebaran corona yang serius. Droplet itu adalah bersin dan batuk. Untuk itu kita dalam bersosialisasi sehari-hati harus tahu etika, agar tidak ikut menyebarkan virus corona lebih luas lagi. Drh Avivah Vega memberikan paparannya.


(suaramerdeka.com/dok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan