SM/Asef F Amani - MANAJEMEN KOPERASI: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta pelatihan manajeman pengelolaan koperasi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM).

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang mewajibkan tempat usaha hiburan untuk melaksanakan simulasi sebelum dibuka kembali. Utamanya menerapkan prosedur protokol kesehatan dalam rangka mengutamakan keselamatan bersama.

Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian mengatakan, kurva kasus Covid-19 dalam waktu belakangan justru meningkat. Hal ini menjadi peringatan agar tempat usaha hiburan mengutamakan keselamatan. Protokol kesehatan, ditegaskannya, menjadi syarat utama pelaku usaha tempat hiburan saat hendak membuka usahanya. Mereka wajib melaksanakan simulasi sebelum membuka usahanya. Selain itu, pengusaha juga diminta turut aktif mencegah penyebaran virus corona.

“Gubernur Jawa Tengah menginstruksikan tempat hiburan seperti karaoke belum boleh buka. Tetapi kalau kondisi mendesak, ada relaksasi asalkan patuh terhadap protokol kesehatan dan bersama-sama mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya, Rabu (12/8).

Dia menjelaskan, adanya tren kenaikan kurva penyebaran virus corona di Kota Magelang, membuat konsep adaptasi kebiasaan baru (AKB) dievaluasi ulang. Tadinya Kota Magelang sempat zona hijau selama satu bulan lebih, namun belakangan kasus Covid-19 kembali melonjak.

“Pak Wali Kota memberi arahan, tempat pariwisata yang telah dibuka tetap konsisten. Hanya saja, penerapan protokol kesehatan harus lebih ketat lagi,” katanya didampingi Sekretaris Disporapar, Sarwo Imam.

Machub mengungkapkan, semenjak pandemi Covid-19, sektor pariwisata di Kota Magelang lumpuh total. Selama lima bulan, tempat-tempat wisata, perhotelan, dan tempat hiburan nyaris tak ada pengunjung sama sekali.

“Bahkan, sebagian ditutup total, sehingga tak punya pendapatan. Ini berimbas terhadap pekerja yang ada di sektor itu. Dengan adanya AKB maka kita harapkan sektor pariwisata kembali bergeliat, meskipun harus dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengungkapkan, kebijakan membuka sektor pariwisata tidak akan dicabut kendati kurva Covid-19 di wilayahnya mengalami kenaikan signifikan selama beberapa pekan terakhir.

“Kebijakan tidak boleh maju mundur. Kalau sudah disepakati ya harus konsisten. Termasuk pembukaan tempat wisata ini, asalkan disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan, kebijakan ini harus tetap dilanjutkan,” tandasnya.

Pengelola pariwisata baik pemerintah maupun swasta, katanya, diharap tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan. Pembatasan hingga pemeriksaan tiap pengunjung tidak boleh ditawar-tawar.

“Protokol kesehatan semakin diperketat. Saat ini, Perwal Protokol Kesehatan sudah selesai, tinggal diundangkan, dan harapannya masyarakat kian peduli dengan adanya aturan ini,” imbuhnya. (Asef Amani)


Asef F Amani

7 KOMENTAR