Hati-hati, Sejumlah Hewan Kurban Terindikasi Sakit

WONOSOBO, SM Network – Dinas Pangan, Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo menggelar inspeksi ke sejumlah lapak pedagang hewan kurban di kawasan Kota Wonosobo, Rabu (28/7). Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Sidik Driyono mengatakan, sejumlah hewan yang ditemukan terindikasi sakit.

Dari hasil pemantauan yang digelar di Pasar Hewan Wonolelo, serta enam lapak pedagang musiman di seputar Kota Wonosobo, Sidik mengakui masih ada temuan dari petugas yang mengindikasikan hewan yang dijual dalam kondisi kurang sehat. “Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah kambing dan sapi, kalau di sapi tidak ada indikasi temuan penyakit, namun di beberapa kambing dan domba, ada beberapa yang sedang terkena ping eye atau mata belekan sehingga kami minta untuk segera diobati,” tutur Sidik.
Selain belekan, temuan pada hewan kurang sehat disebut Sidik juga mengarah pada penyakit kulit berupa scabies, atau penyakit kutu hewan yang berpotensi menular pada hewan lainnya. Terhadap temuan-temuan tersebut, pihaknya meminta pedagang untuk menahan penjualan agar tidak sampai menimbulkan kerugian bagi konsumen. Selain itu juga masih ditemukan hewan kurban secara usia belum cukup umur atau dalam istilah jawa Poel. Selain itu juga masih ditemukan hewan kurban yang memiliki kecacatan secara fisik. Sidik meminta agar pedagang tidak memaksanakan untuk menjual nya kepada konsumen.

“Imbauan kami lebih kepada agar ternak hasil pemotongan pada saat hari kurban benar-benar memenuhi standar aman, sehat, utuh dan halal alias ASUH tidak ada indikasi penyakit sirosis hati atau penyakit yang menular ke manusia”, tandasnya. Kepada masyarakat selaku konsumen, Sidik juga menyampaikan imbauan agar lebih teliti lagi ketika membeli hewan untuk kurban agar nantinya tidak mengalami kekecewaan maupun kerugian.

Sidik menambahkan, pihaknya berupaya lebih intensif dalam inspeksi pada tahun ini. “Selain untuk mengetahui sejauh mana kesehatan hewan yang dijual kepada konsumen, kami juga menekankan agar para penjual menaati protocol kesehatan pencegahan COVID-19, yaitu dengan melengkapi diri dengan masker, menyediakan fasilitas cuci tangan untuk konsumen, serta memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat, sehingga tidak berpotensi menularkan virus,” terangnya.


Adib Annas M/dib

Tinggalkan Balasan