SM/Hafidz Kurnia Ariyansyah MUSYAWARAH : Suasana saat musyawarah antara Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Banyuurip yang tergabung dalam organisasi Polosoro dengan Kepala Bulog Kedu dan perwakilan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo di kantor Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, kemarin.

PURWOREJO, SM Network – Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Banyuurip yang tergabung dalam organisasi Polosoro, menggelar musyawarah bersama Kepala Bulog Kedu dan perwakilan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo.

Musyawarah dilaksanakan di kantor Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip pada Kamis (4/3). Musyawarah tersebut digelar dalam rangka keprihatinan para petani padi di Kabupaten Purworejo atas turunnya harga gabah kering pada saat panen raya. Dalam musyawarah tersebut dihasilkan kesepakatan, yaitu pembelian gabah akan dilakukan oleh Bulog dengan harga standar
nasional.

Kepala Bulog Kedu, Meisyarani, mengatakan, di masa harga gabah jatuh seperti saat ini Bulog siap melakukan pembelian gabah dari para petani. Pembelian dilakukan dengan harga yang sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan nomor 24 tahun 2020 bahwa harga gabah kering panen saat ini adalah sebesar Rp4.200 per kilogramnya.

Kesepakatan pembelian, lanjutnya, dapat tercapai apabila persyaratan terpenuhi, yaitu kualitas kadar air maksimal 25% dan hampa kotoran atau sampah maksimal 10%. “Berarti kalau harga kondisi kualitas di bawah standar yang ditentukan pemerintah, tentu harganya akan disesuaikan. Hari ini dan ke depan Bulog siap membeli gabah petani,”
ungkapnya.

Dikatakan, petani cukup menghubungi petugas baik melalui kepala gudang atau bagian pengadaan Bulog. Nantinya, satuan kerja itulah yang akan melakukan pembelian di tempat atau dengan diantar ke gudang Bulog. “Tidak hanya gabah kering panen saja yang kami beli tetapi gabah kering giling juga kami beli, dengan harga Rp5.300 dan dengan kualitas kadar air maksimal 14% lalu hampa kotoran maksimal 3%. Harga itu kami beli jika sampai dipintu gudang Bulog,”  jelasnya.

Sementara itu Ketua Polosoro yang juga Kepala Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Cahyo Saptono menyampaikan, turunnya harga gabah kering belakangan ini sangat merugikan petani, apalagi bagi petani penggarap dengan sistem bagi hasil dengan pemilik tanah.

Menurutnya, harga gabah saat ini berkisar antara Rp3.000 – Rp3.300 per kilogramnya. Secara hitung-hitungan kasar saja, harga gabah kering tersebut dianggap sangat tidak layak bagi para petani. “Kami para Kepala Desa se-Kecamatan Banyuurip ingin melangkah agar para petani ini bisa tertolong dalam hal perekonomian. Utamanya pasca panen atau waktu pasarnya untuk
menjual produk pertanian, agar harga gabah ini menjadi layak,” ucapnya.

Dirinya bersyukur setelah dilakukan musyawarah dengan pihak Bulog Kedu dan DPPKP Purworejo, kini turunnya harga gabah kering telah mendapatkan solusi yang tidak merugikan petani. Dirinya berharap pada proses pembelian oleh bulog nanti tidak ditemui kendala ataupun masalah. ”Alhamdulillah dengan adanya musyawarah ini sudah ada titik terang yang memuaskan,”
tutupnya.