SM/Asef F Amani - DAGING SAPI: Salah satu penjual daging sapi menunggui dagangannya di Pasar Rejowinangun Kota Magelang.

MAGELANG, SM network – Harga daging sapi di Magelang terpantau masih relatif stabil di angka Rp 120.000 per kilogram. Harga ini tidak berubah sejak masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 lalu.

Berbeda dari beberapa daerah di Jabodetabek yang melakukan mogok karena harga dinilai melonjak tinggi, para pedagang di Pasar Rejowinangun Kota Magelang tetap berjualan seperti biasa. Penjualan pun relatif stabil seperti biasa.

Ida (40), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun mengatakan, hingga saat ini tidak ada kenaikan harga daging sapi. Sejak bulan Desember 2020 lalu harga daging sapi kualitas pertama dijual Rp 120.000 per kilogram. “Tidak naik kok, masih sama seperti Natal dan Tahun Baru lalu. Kualitas pertama Rp 120.000/kg, kualitas kedua Rp 115.000/kg, dan kualitas ketiga Rp 110.000/kg,” ujarnya di lapak, Kamis (21/1).

Ibu yang sudah berjualan daging sapi sejak tahun 1996 ini menuturkan, kenaikan harga biasanya terjadi pada momen Hari Raya Idul Fitri. Hal ini terjadi ketika daging yang diambil dari suplier naik, sehingga pedagang juga ikut menaikkan harga jualnya ke konsumen.

“Sebenarnya harga sekarang sudah naik dari suplier. Saya beli dagingnya ini sudah naik, tapi saya jualnya masih sama dengan harga suplier. Soalnya, banyak yang sudah menjadi langganan,” kata Ida yang mengaku, setiap hari bisa menjual sebanyak 3,5 kuintal.

Senada disampaikan Yani (45) bahwa, harga daging sapi saat ini masih terbilang stabil. Ia pun menilai harga ini tidak terlalu tinggi, sehingga ia dan teman-teman sesama pedagang daging belum merasa perlu melakukan mogok jualan.

“Harga stabil saja sih dari tahun baru lalu, Rp 120.000/kg. Kami juga tidak perlu mogok jualan, karena pembeli tetap ada. Terutama yang sudah menjadi langganan baik dari rumah makan maupun warung yang menyajikan menu olahan daging sapi,” jelasnya.