Hampir Semua Kecamatan di Sleman Zona Merah


SLEMAN, SM Network – Sempat menikmati status zona kuning selama dua pekan, kasus Covid-19 di Sleman kembali melonjak. Data epidemiologi terakhir yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman per 19 November 2020 menyebutkan, 15 dari 17 kecamatan di wilayah kabupaten ini masuk zona merah.

Hanya dua kecamatan yang berada di luar kawasan merah yakni Moyudan dan Seyegan. Namun demikian, keduanya sudah masuk kategori zona oranye atau resiko sedang. “Kabupaten Sleman sekarang dinyatakan sebagai zona merah. Padahal sebelumnya sempat landai bahkan selama beberapa pekan, reproduksi rate di bawah satu,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Minggu (22/11).

Saat ini, angka penularan menembus rata-rata 1,49. Ditinjau per kecamatan, reproduksi rate paling tinggi ada di Tempel yakni 2,79. Tiga kecamatan yaitu Godean, Minggir, dan Kalasan juga memiliki angka penularan diatas dua. Adapun kecamatan lain, reproduksi rate tercatat diatas satu kecuali Moyudan dan Seyegan yang angka penularannya hanya 0,5.Kasus positif Covid-19 di Sleman akhir-akhir ini melonjak tajam. Pada Sabtu (21/11), penambahan kasus mencapai 42 pasien dengan rincian 33 orang tanpa gejala, 8 bergejala ringan, dan satu gejala sedang.

“Untuk menekan penyebaran Covid-19, kami terus melakukan tracing ketat dan sosialisasi gerakan 3M,” ujarnya.Lonjakan kasus di Sleman menyumbang angka tinggi di dalam pendataan tingkat provinsi. Berturut-turut pada Rabu (18/11) dan Kamis (19/11) penambahan kasus harian di DIY melebihi 100 kasus. 

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Berty Murtiningsih menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan tambahan tempat tidur di rumah sakit untuk mengantisipasi terus melonjaknya kasus. “Sudah dipersiapkan, tapi yang lebih penting bagaimana masyarakat harus lebih taat pada protokol kesehatan. Seberapapun disiapkan rumah sakit, apabila di hulunya tidak dibenahi tetap akan kurang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan