ilustrasi

YOGYAKARTA, SM Network – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DIY dan Pemerintah Daerah (Pemda) sepakat untuk penganggaran penanganan darurat Covid-19 hampir Rp 27 miliar. Sektor kesehatan menjadi pos tertinggi yang menyedot anggaran tersebut.

“Rencana penganggaran darurat Covid-19 dirancang Rp 26.948.130.300. Untuk bidang kesehatan Rp 23,29 miliar, lalu untuk bidang pendidikan Rp 399,74 juta, untuk komunikasi dan informasi Rp 733,76 juta dan untuk kesekretariatan mencapai Rp 2,4 miliar,” tutur Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto usai rapat kerja dengan sejumlah stake holder termasuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Rabu (1/4).

Menurut Eko, anggaran tersebut merupakan rancangan yang disampaikan oleh Pemda DIY pada beberapa waktu lalu sebesar Rp 14,8 miliar yang diambilkan dari belanja tak terduga.

“Anggaran ini disusun sudah sesuai dengan aturan dan kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan anggaran ini untuk bersama sama kita cegah korupsi. Dan kami percaya pemda punya integritas dalam menggunakan anggaran ini,” jelasnya.

Masih terkait anggaran, ungkap Eko, Komisi A juga merekomendasikan kepada Pemda DIY untuk menyelaraskan perencanaan program kegiatan dan penganggaran untuk penanganan darurat Covid-19 dengan Pemerintah Kota/Kabupaten hingga kelurahan.

“Sehingga 5 kabupaten kota, 78 kecamatan 480 desa kelurahan di DIY terjadi satu perencananan terpadu sehingga langkahnya semakin baik,” imbuhnya.

Dari sektor lain, Komisi A juga meminta kepada Pemda DIY untuk memaksimalkan upaya-upaya pencegahan termasuk didalamnya memberikan upaya edukasi kepada masyarakat. Selain itu memaksimalkan sosialisasi dengan memanfaatkan berbagai cara. Seperti berkolaborasi dengan content creator atau netizen yang cukup banyak di DIY untuk ikut mensosialisasikan penanganan korona. Bahkan sosialisasi juga memanfaatkan potensi-potensi yang ada hingga tingkat desa.

“Di DIY sudah terbentuk 246 desa tangguh bencana dan kelurahan tangguh bencana. Lalu juga sudah terbentuk 88 SPAB atau satuan pendidikan aman bencana.  Khusus di Kota Jogja sudah terbentuk 115 kampung tangguh bencana sehingga sosialisasi dan edukasi juga bisa melibatkan unsur tagana dan lainya. Lalu kita butuh koordinasi dengan Satlinmas setidaknya ada 30.858 Satlintmas di DIY yang bisa diberikan edukasi agar mereka bisa mengedukasi ke masyarakat di sekitarnya,” papar Eko.

Yang tak kalah penting pula, tambah dia, masyarakat juga harus menaati segala instuksi pemerintah terkait Covid-19.

“Misalnya bagaimana untuk tetap di rumah ini harus terus dipatuhi masyarakat. Dan selama itu pula, maka Pemda DIY juga harus bisa menjamin ketersediaan pangan di lapangan,” tandas dia.


Gading Persada

6 KOMENTAR