Hak Cipta Motif Batik Khas Sleman Dipertanyakan

SLEMAN, SM Network – Hak cipta motif batik Sinom Parijotho Salak dipertanyakan. Seorang warga Dusun Ngipiksari, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman bernama Ahmad Barokah (49) mengaku bahwa dirinya adalah pencipta desain batik khas Sleman tersebut.

Namun belakangan, dia mendapat informasi tentang adanya Surat Pencatatan Ciptaan oleh Kementerian Hukum dan HAM yang menyebutkan nama orang lain sebagai pencipta. “Saya hanya ingin meluruskan karena proses kreatif karya itu adalah buatan kami,” kata Barokah kepada wartawan, Rabu (2/12).

Meski mengaku tidak merasa dirugikan, dia mempertanyakan komitmen Pemkab Sleman dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat khususnya kalangan pembatik. Barokah menjelaskan alur munculnya motif itu bermula dari lomba desain batik yang diselenggarakan oleh Dekranasda Sleman pada tahun 2012. Dari lomba itu lahir tujuh pemenang. Dua diantaranya adalah hasil karya anggota sanggar yang diasuh oleh Barokah yakni motif Sinom Parijotho yang menyabet juara 1, dan motif Salak Pondoh di posisi peringkat enam.

Namun dalam perkembangan disebut ada kesamaan antara Parijotho dengan motif batik dari Kudus. Sebagai pembeda, dia kemudian meramu motif sehingga muncul Sinom Parijotho Salak. Motif itu kemudian dilaunching oleh Pemkab Sleman pada tahun 2014.

“Setelah launching itu, saya tidak tahu proses berikutnya termasuk soal hak cipta. Tiba-tiba ada surat pencatatan ciptaan yang menuliskan nama penciptanya bukan saya,” ungkap bapak dua anak ini.

Dia mengaku belum memikirkan langkah yang akan ditempuh. Sejauh ini, pihaknya hanya ingin mengklarifikasi terlebih proses pembuatan karya itu butuh waktu cukup lama karena harus diawali dengan pengamatan visual. Setelah motif Sinom Parijotho Salak selesai dikerjakan, dia mengatakan tidak ada penyerahan hasil karyanya secara resmi kepada Pemkab Sleman.

“Waktu itu langsung dikerjakan oleh pembatik, tidak ada penyerahan ke Pemkab,” tutur Barokah. Dia sendiri mengaku awam soal hak cipta. Puluhan tahun menekuni dunia desain, belum ada satupun karyanya yang didaftarkan hak cipta. Ketika dikonfirmasi, Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan belum mengetahui tentang hal ini.

“Sepertinya kalau lomba, hak kepemilikannya ada di Pemkab. Tapi belum tahu, saya cek dulu tata tertib lombanya,” katanya.

Tinggalkan Balasan