TEMANGGUNG, SM Network – Ketua DPD PPNI Kabupaten Temanggung Aris Supriyanto, mengatakan, selama wabah korona merebak perawat menjadi unjuk tombak dalam penanganan pandemik ini, sehingga sangat rentan tertural oleh virus yang sedang menggemparkan dunia.

Oleh karena itu untuk menambah imunitas tubuh, para tenaga kesehatan ini diberikan nutrisi tambahan. “Mudah-mudahan pembagian nutrisi tambahan ini dapat menjaga dan meningkatkan stamina teman-teman perawat melaksanakan kewajiban tugas kemanusiaan keseharian dalam memerangi wabah COVID-19.

Maka dari itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Temanggung memberikan nutrisi kepada anggotanya agar kekebalan tubuh mereka tetap terjaga,”ujarnya kemarin. Disebutkan, pemberian makanan tambahan pendukung nutrisi itu antara lain, susu bubuk dan kacang hijau. Makanan dan minuman bergizi ini akan meningkatan imunitas tubuh sehingga bisa mengurangi risiko tertular virus korona.

Bantuan itu diharapkan bisa mengangkat moral para perawat, sebab saat ini disaat pegawai lain harus melakukan “work frome home” (WFH), mereka justru harus berhadapan langsung dengan COVID-19.

“Bantuan paket pendukung nutrisi diserahkan kepada 1.173 perawat yang bertugas sebagai tim penanganan COVID-19 di seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Temanggung. Mudah-mudahan pembagian nutrisi ini dapat menjaga dan meningkatkan stamina teman-teman perawat melaksanakan kewajiban tugas kemanusiaan keseharian dalam memerangi wabah COVID-19,”katanya.

Menurut Aris, meski perawat merupakan orang kesehatan yang paham betul bagaimana menghadapi persoalan penyakit termasuk pada saat wabah korona ini. Akan tetapi sejatinya mereka tetaplah manusia biasa yang juga memiliki rasa takut, khawatir dan cemas.

“Di saat kami berjuang di garda terdepan kami para perawat tetap meminta agar masyarakat membantu kami, yakni dengan mematuhi anjuran pemerintan untuk melakukan social distancing dan social psyical. Hal ini semarta untuk memutus mata rantai penyebaran korona, sehingga bisa meringkankan beban para tenaga kesehatan, ini hanya sementara mohon masyarakat bisa mengerti,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/Kim