SM/Amelia Hapsari - Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi

SLEMAN, SM Network – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman  telah menyiapkan dua skenario pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah kondisi Siaga Merapi. Opsi pertama adalah memindahkan pemilih ke TPS yang lokasinya berdekatan dengan barak. Skenario menitipkan pemilih ke TPS lain ini sesuai dengan Peraturan KPU yang saat ini berlaku.

“Itu opsi pertamanya. Tapi kami juga akan melakukan konsultasi ke KPU RI lewat provinsi terkait kemungkinan mendirikan TPS di dalam lokasi barak,” ungkap Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, kemarin.

Namun Trapsi memberikan catatan bahwa skenario tersebut dirancang ketika dalam kondisi mitigasi bencana. Implementasinya akan berbeda apabila hari H pencoblosan berlangsung di tengah situasi bencana.

“Ketika mitigasi berarti tanggal 9 Desember 2020 belum terjadi erupsi. Sekarang kami sedang memetakan beberapa kemungkinan yang ada,” imbuhnya.

Apabila saat hari pencoblosan terjadi bencana, maka pemilihan akan ditunda. Prosedurnya, rekomendasi penundaan tersebut disampaikan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada KPU. Sesuai aturan, jeda penundaan maksimal adalah 10 hari dari waktu pelaksanaan pemungutan suara, dan hanya berlaku di TPS yang terdampak bencana. Kemungkinan lain, jika erupsi terjadi di tengah waktu pencoblosan maka prosesnya akan dihentikan dan dilakukan pemilihan susulan.

“Fokus sekarang adalah kondisi mitigasi bencana. Sesuai perspektif mitigasi, pemilihan dilakukan di tempat yang aman dari bencana,” terang Trapsi.

Mengacu rekomendasi BPPTKG terkait radius aman 5 km dari puncak Merapi, KPU mendata hanya terdapat satu TPS di dalam zona tersebut. Saat ini, otoritas penyelenggara Pemilu juga tengah melakukan pemetaan data pemilih dan TPS yang berada di luar zona 5 km. Berdasar permintaan KPU DIY, pemetaan dilakukan hingga radius 9 km dari puncak Merapi. Data itu akan digunakan untuk proses perencanaan ke depan.

Tercatat hingga kini baru satu dusun di Sleman yang melakukan evakuasi penduduk yakni Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. Pengungsi ditempatkan di barak Glagaharjo. Namun pihaknya mengaku belum mencermati data pengungsi yang memiliki hak suara dalam Pilkada 2020.

“Untuk kepastiannya, kami terus melakukan update. Nanti pemilih akan diberi informasi lewat C pemberitahuan, atau istilah awamnya undangan,” tukas Trapsi.

Bagi relawan yang hendak mencoblos di TPS dekat barak juga diizinkan. Asalkan sebelumnya melapor ke PPS yang ada di kantor desa. Situasi pandemi Covid-19 juga tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pemungutan suara. Jadwal pemilih akan diatur tiap jam untuk menghindari kerumunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here