Hadapi Pandemi Covid-19 dengan Kepala Dingin

SEPTI Milna Soelistiyani SKm kembali dihadapkan dengan pekerjaan yang cukup berat. Namun, kali ini berbeda dari apa yang dialaminya sekitar 14 tahun dan 10 tahun lalu. Pada tahun 2006 ia berkecimpung dengan gempa bumi dan tahun 2010 dengan erupsi merapi. Tahun 2020, wanita kelahiran Mojokerto, 5 September 1968 ini kembali berhadapan dengan bencana, yakni pandemi virus corona (Covid-19). Bencana ini dibilang besar, karena sudah merupakan pandemi global yang menyerang banyak negara di dunia.

Pandemi yang tengah dialami ini bakal menjadi pengalaman menariknya selama berkecimpung di dunia kesehatan. Perempuan yang akrab disapa Milna itu pun sudah berpengalaman saat menangani gempa bumi Jogja dan erupsi Merapi.“Waktu masih di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang saya masuk tim siaga bencana. Ini pengalaman paling menarik selama karir saya, karena pekerjaannya luar biasa menyita energi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ibu dua anak ini mengaku justru merasa asyik dengan pekerjaannya di saat keadaan gawat darurat ini. Saat itu ia harus bolak-balik mengangkut pasien dari RS Muntilan ke RSUD Tidar, karena Muntilan masuk zona merah erupsi merapi. Sekarang, ia harus berhadapan pula dengan bencana yang berbeda dari bencana alam. Ia harus menghadapi musuh yang tak terlihat dengan posisinya sekarang yang lebih tinggi, yakni selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tidar Kota Magelang.

1 Komentar

  1. 96497 643320I see your point, and I entirely appreciate your write-up. For what its worth I will tell all my buddies about it, quite resourceful. Later. 202722

Tinggalkan Balasan