SM/dok - PASAR BERGERAK: Kegiatan Pasar Bergerak untuk menyediakan sembako murah bersubsidi dengan mendatangi warga yang membutuhkan dilaksanakan pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo dalam menghadapi dampak wabah Covid-19.

PURWOREJO, SM Network – Terobosan unik dan kreatif dilakukan Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo dalam menghadapi dampak wabah virus corona (Covid-19), terutama di bidang sosial ekonomi. Langkah unik ini antara lain dengan menggelar Meja Anti Lapar dan Pasar Bergerak.

Meja anti lapar digelar selama bulan puasa ini, dimana Pemerintah Desa menyediakan satu meja di teras kantor desa. Di meja ini, setiap sore tersedia menu berbuka puasa yang diberikan kepada warga yang membutuhkan.

“Konsepnya adalah connecting people, siapa saja boleh mengisi, siapa saja boleh mengambil,” ungkap Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, Minggu (3/5).

Setiap pagi, lanjutnya, Posko Siaga Desa akan mengirim pesan WhatsApp, baik secara pesan pribadi maupun melalui grup. Isinya menawarkan kepada siapa saja yang hari itu akan memberikan donasi untuk berbuka, dan siapa saja yang membutuhkan menu berbuka. Bentuk donasi bisa berupa makanan maupun berupa uang yang kemudian oleh posko akan dibelikan makanan siap saji.

“Setiap sore setelah ashar, makanan dari para donatur sudah tersedia di atas meja. Warga yang membutuhkan bisa mengambil langsung. Tak jarang, petugas posko yang akan berkeliling desa mengantar kepada mereka yang sekiranya membutuhkan,” tuturnya,

Adapun Pasar Bergerak, merupakan langkah untuk menyediakan sembako murah bagi semua warga. Pemerintah desa membeli bahan-bahan kebutuhan pokok (sembako) dari warung warga, yang kemudian dijual kembali kepada warga dengan harga jauh di bawah harga pasar karena sudah disubsidi.

“Warga tidak perlu datang, karena itu menimbulkan potensi kerumunan. Akan tetapi, warga cukup tinggal di rumah dan sembako kami antar sampai ke rumah,” papar Dwinanto.

Mengenai dana subsidi untuk Pasar Bergerak ini, lanjut Dwinanto, berasal dari pihak ketiga, yakni donatur, relasi, perantauan, bahkan warga yang tinggal di Desa Krandegan yang masuk kategori mampu. Dalam menjalankan langkah ini Pemerintah Desa menerapkan konsep connecting people yakni menghubungkan antara yang miskin dan yang kaya, antara yang membutuhkan donasi dengan yang mau berdonasi.

Dwinanto menambahkan, dilaksanakannya kegiatan Meja Anti Lapar dan Pasar Bergerak ini bertujuan untuk meringankan beban warga miskin dan warga yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Langkah Pemerintah Desa ini mendapat sambutan antusias dari warga, bahkan warga yang mendonasikan menu untuk berbuka di Meja Anti Lapar setiap hari jumlahnya terus bertambah.

“Alhamdulillah warga menyambut dengan antusias. Setiap hari jumlahnya terus bertambah. Hari ini ada 90 paket makanan siap saji yang akan didonasikan. Bahkan beberapa hari ke depan ada warga yang akan berdonasi menu paket istimewa berupa menu daging kambing,” imbuh Dwinanto.


Panuju Triangga

1 KOMENTAR