SM/Raditia Yoni Ariya - BANTU: Warga terdampak korona di Temanggung yang tidak tercover pemerintah mendapat bantuan dari gabungan komunitas, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Yayasan Gusdurian Peduli menyumbang ribuan kilogram beras kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Temanggung. Tidak hanya beras, sejumlah kebutuhan lain seperti minyak, tepung, gula hingga hand sanitizer diberikan dalam paket khusus. Penyaluran ini dialamatkan kepada warga terdampang Covid-19 namun yang tidak terjaring dalam program pemerintah.

“Total beras yang kami salurkan sekitar 3.500 kilogram, dibagi dalam dua paket, yakni paket untuk kebutuhan satu bulan dan kebutuhan satu minggu. Paket ini didistribusikan sesuai dengan kategorisasi dengan pemetaan yang detail, sebelum disalurkan bahkan calon penerima kami sudah memverifikasi hingga ke NIK-nya,” kata koordinator data dan dokumentasi Tim Relawan Bersama Temanggung, Fendy Chaliq, Senin (27/4).

Tim Relawan Bersama merupakan posko gabungan antara Gusdurian Temanggung, BPC HIPMI Temanggung dan PC Lakpesdam NU Temanggung. Posko beralamat di Jalan Jenderal Sudirman 73 Temanggung. Penyaluran ini dilakukan menyebar di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung.

Selain itu, sekitar 200 kilogram dibagi di Kabupaten Magelang. Ketua BPC HIPMI Temanggung, Abas Zahrotin, menambahkan, paket besar yang merupakan bahan kebutuhan untuk satu bulan merupakan donasi dari Yayasan Gusdurian Peduli, Gerakan Islam Cinta dan kitabisa.com. Sementara untuk paket kecil kebutuhan satu minggu merupakan donasi dari Gusdurian Peduli, Sido Muncul dan Media Grup.

Dia menambahkan, sebelumnya Relawan Bersama ini telah menyumbangkan sebanyak 400 hand sanitizer gratis kepada masyarakat dan tempat ibadah. Program ini kemudian berlanjut dengan pembagian sembako untuk kelompok disabilitas netra yang berprofesi sebagai juru pijat. “Kami berjejaring dan alhamdulillah banyak donasi yang masuk untuk program ini. Sejauh kami masih bisa bergerak, kami akan terus bergerak dengan berbagai cara agar tidak lagi ada masyarakat yang membutuhkan, tetapi tidak tercover dalam program pemerintah seperti PKH atau BLT,”katanya.

Salah seorang penerima, Supriyatni, mengaku sangat tertolong dengan program ini. Beberapa bulan ini ia tidak lagi dapat membantu majikannya berjualan di pasar karena kondisi pasar yang sepi. Warga Desa Bulan, Kecamatan Selopampang ini hanya bisa menganggur di rumahnya tanpa pekerjaan. “Sejak korona saya tidak bisa lagi bekerja seperti keadaan normal. Tapi kebutuhan hidup harus terus didapat, anak-anak saya butuh makan. Saya terima kasih sekali,” katanya sambil terisak haru.


Raditia Yoni Aria

1 KOMENTAR