Gus Yazid Pamit, Ujang Jadi Plh Bupati Kebumen

KEBUMEN, SM Network – Masa jabatan KH Yazid Mahfudz sebagai Bupati Kebumen dan Arif Sugiyanto sebagai Wakil Bupati Kebumen resmi berakhir Rabu (17/2). Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Ahmad Ujang Sugiono resmi menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Kebumen.

Serah terima jabatan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (17/2). Sertijab tanpa dihadiri oleh Wakil Bupati yang juga Bupati Kebumen Terpilih Arif Sugiyanto. Didampingi sang istri Ny Zuhroh Mahfudz, saat menyampaikan sambutan terakhirnya sebagai Bupati menyampaikan permohonan maaf dan ucapan pamitnya.

“Saya mohon maaf, jika selama menjabat banyak kekurangan atau ada kesalahan pribadi baik saya maupun istri, mohon dimaafkan,” ucap Gus Yazid, sapaan akrabnya.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih yang sedianya akan dilaksanakan Rabu (17/2) akhirnya ditunda. Pelantikan dijadwalkan akan dilaksanakan antara 25-27 Februari 2021.

“Dalam rapat dengan pusat diputuskan pelantikan bupati dan walikota terpilih ada 207 kabupaten/kota yang ditunda dan akan dilaksanakan pada akhir Februari 2021. Hal ini atas dasar untuk kebersamaan,” kata Ujang Sugiono.

Dengan ditundanya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, maka secara otomatis akan terjadi kekosongan kepemimpinan kepala daerah. Penyerahan memori jabatan pun dilakukan oleh Bupati definitif kepada Pelaksana Harian Bupati.

“Untuk mencegah terjadinya kekosongan kepemimpinan maka Sekda ditunjuk sebagai pelaksana harian,” ujar Ujang menyebutkan Plh bupati tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan strategis, terutama dalam bidang keuangan dan kepegawaian.

Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto menerima apapun kebijakan yang diputuskan dari Kemendagri. Dia menilai pemerintah pusat pasti memilki alasan yang sudah diperhitungkan sehingga pelantikan harus ditunda. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Saya yakin, penundaan ini sudah di perhitungkan betul oleh pusat. Jadi kita tinggal mengikutinya saja. Terlebih kondisi pandemi Covid-19 saat ini masih cukup tinggi sehingga dalam membuat program dan pelaksanaan harus dipertimbangkan secara matang,’’ ungkapnya.

Harus Menerima

Arif mengaku bahwa sejak awal dia berharap tidak ada penundaan. Hal ini dikarenakan dalam keaadaan pandemi covid-19 saat ini dibutuhkan pemimpin yang berani mengambil kebijakan strategis untuk keselamatan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Di sisi lain juga karena banyak hal yang harus dikerjakan.

“Kita juga harus membahas program APBD 2022 sedini mungkin. Namun karena penundaan sudah menjadi keputusan Kemendagri dengan alasan kebersamaan bersama para bupati/wali kota terpilih lain, maka harus menerima dengan bijak dan dewasa,” ujarnya.

Dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Wakil bupati Kebumen, maka dia meninggalkan rumah dinasnya. Kemudian setelah dilakukan pelantikan, dia pun akan langsung menempati Rumah Dinas Bupati Kebumen di utara Alun-alun Kebumen.
“Ketika seorang pejabat dilantik dia harus langsung menduduki pendopo bagaimanapun kondisinya karena yang terpenting adalah bagaimana hari pertama seorang pemimpin itu harus langsung action dengan program dan kegiatannya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan