Gunakan Kunci T, Residivis Kembali Curi Truk

WONOSOBO, SM Network – Ahmad Setiawan (35), warga Desa Sedayu Kecamatan Sapuran seorang residivis spesialis pencuri truk kembali dibekuk pihak kepolisian. Ahmad diketahui telah beberapa kali melakukan tindak pencurian mobil khususnya truk di beberapa daerah.

Meski beberapa kali telah mendekam di Penjara Ahmad tak kunjung jera dan kembali ditangkap Satreskrim Polres Wonosobo, di daerah Pantura Batang. Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Mohammad Zazid, dalam gelar perkara di Mapolres Wonosobo, Rabu (18/3), mengungkapkan pelaku melakukan pencurian mobil truk di garasi rumah milik korban di Dusun Kliwonan, Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, Sabtu (14/3) lalu.

“Saat itu, sekitar pukul 06.30 WIB, pemilik mobil truk, bermaksud menelpon sopir untuk mengangkut kayu. Tapi mobil miliknya ternyata sudah tidak ada di tempat dan telah dicuri orang tak dikenal. Kerugian mencapai Rp 240 juta,” terangnya.

Menurut Kasatreskrim, pada malam hari, sekitar pukul 1.45 WIB salah satu tetangga korban melihat dua orang tak dikenal mondar-mandir di sebelah garasi truk. Saat itu, mobil truck sudah tidak terlihat ada dalam garasi.

Pagi harinya, korban lalu melapor ke Polsek Sapuran dan diteruskan ke Satreskrim Polres Wonosobo. Begitu mendapat laporan korban kehilangan mobil truk, polisi bergerak cepat mengejar pelaku spesialis pencurian mobil.

“Hanya berselang sehari, pelaku berhasil ditangkap di pinggir jalan pantura Batang beserta barang bukti pencurian. Pelaku mengaku melakukan pencurian bersama tiga rekannya. Ketiganya kini tengah diburu aparat kepolisian,” ungkapnya.

Ahmad Setiawan mengaku mobil truck bernopol AA-1494-TF hasil curiannya itu akan dijual Rp 60 juta kepada warga Temanggung dan sudah mendapatkan calon pembeli namun belum sempat melakukan transaksi.

Ahmad mengaku, dalam melancarkan aksinya dirinya membuka pintu mobil dan menghidupkan mesin menggunakan kunci T. Atas perbuatannya, AKP Muhammad Zazid mengatakan, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku diancam hukuman penjara paling lama 7 tahun.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan