Gubernur : Temanggung Dan Kendal Jadi Perhatian Saya

SM Network – Selain menyoroti Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi perhatian khusus pada Kabupaten Kendal dan Temanggung. Grafik kasus Covid-19 di dua daerah tersebut terus naik. ”Temanggung dan Kendal jadi perhatian saya, grafiknya naik terus. Ini bisa dikategorikan merah,” kata Ganjar saat mendatangi Pasar Ngadirejo, Temanggung, Selasa (16/6).

Ganjar memang sedang menggenjot adanya pemeriksaan massal di seluruh daerah di Jawa Tengah. Bupati atau wali kota diminta tidak resah dengan terjadinya peningkatan kasus dari upaya tracing ini. ”Jangan takut dan resah, justru dengan begini jadi ketahuan berapa yang positif kemudian diambil tindakan konkretnya. Daripada terlihat landai dan bagus, tapi karena tidak dilakukan apaapa. Tidak dilakukan tracing. Maka saya minta seluruh bupati/wali kota gencar melakukan pemeriksaan ini,” ucapnya. Meningkatnya jumlah kasus lanjut dia akan dibarengi dengan upaya-upaya percepatan penanganannya. Langkah-langkah penataan di tempat-tempat yang berpotensi menjadi episentrum baru terus dilakukan.

Pihaknya menerangkan sudah menggelar rapat bersama jajaran termasuk pengelola laboratorium PCR di Jawa Tengah untuk keperluan itu. Menurutnya, semua lab sudah disiapkan dan semuanya siaga. ”Semua lab di Jateng siaga, kapasitasnya juga cukup. Tinggal saya minta mereka bekerja jauh lebih cepat. Kalau biasanya hasil tes jadi 2-3 hari, saya minta sehari selesai,” katanya. Dilansir dari laman corona.jatengprov. go.id pada Selasa (16/6) pukul 11.00, jumlah kasus positif di Kendal dan Temanggung itu memang cukup tinggi. Di Kabupaten Temanggung tercatat ada 31 kasus positif Covid-19 dan 10 pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara di Kabupaten Kendal, ada 10 kasus positif Covid-19 dan 11 PDPserta 5 ODP.

Lima Pasar Ditutup

Di Temanggung ada lima pasar yang akan ditutup akibat ditemukannya kasus positif Covid-19. Di antara lima pasar yang akan ditutup pada Rabu (17/6), dua pasar dikunjungi Ganjar, yakni Pasar Kandangan dan Ngadirejo. Di dua pasar itu, Ganjar mengedukasi sekaligus mensosialisasikan rencana penutupan itu. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngadirejo, Warto mengatakan bahwa seluruh pedagang mendukung rencana penataan pasar oleh petugas. ”Kami setuju ditutup total selama tiga hari. Karena ada kasus positif Covid-19, ya kami mengikuti aturan pemerintah. Hanya saja saya usul, kalau bisa penutupan pasar dilakukan keseluruhan, termasuk toko depan pasar agar tidak terjadi kecemburuan,” katanya.

Warto menerangkan, di Pasar Ngadirejo itu, terdapat sekitar 2.000 pedagang. Dari hasil rapid test beberapa waktu lalu, ia mendengar informasi ada yang positif di pasar itu. ”Katanya ada yang positif, tapi saya belum tahu datanya. Informasinya se Kecamatan Ngadirejo ada 54 orang yang positif,” terangnya.

Terbitkan Perwali

Di Solo, Pemkot Surakarta telah menerbitkan Perwali Nomor 10/2020 sebagai panduan dalam berkegiatan selama masa transisi menuju kenormalan baru. Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, Perwali Nomor 10/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kota Surakarta itu mengatur berbagai aktivitas masyarakat. ”Mulai pelaksanaan ibadah, pernikahan, sampai pelaksanaan kegiatan perekonomian. Semuanya wajib menerapkan protokol kesehatan,” katanya, kemarin.

Aturan itu telah ditindaklanjuti sejumlah pelaku usaha. Direktur Operasional Mal Solo Paragon Budhianto Wiharto mengungkapkan, pusat perbelanjaan tersebut sudah memberlakukan protokol kesehatan yang disyaratkan pemerintah. Sementara itu pengelola sejumlah sekolah juga telah mengantisipasi new normaldalam dunia pendidikan. Wakasek Humas SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Muhammad Arifin mengemukakan, pihaknya bahkan telah menyusun video tutorial berisi penerapan protokol kesehatan di sekolah tersebut.

Secara Ketat

Di Kota Semarang, protokol kesehatan diberlakukan secara ketat di tempat yang diakses umum seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Namun, saat ini masih ada hotel yang belum memutuskan untuk beroperasi. ”Mal Ciputra tetap ada pengunjung. Tren ramainya justru pada Minggu. Kalau dulu ramainya di Sabtu. Jam operasional buka 11.00 hingga pukul 20.00 setiap harinya,” kata Public Relation Ciputra Mall Semarang Aisha Jusmar. Saat ini, outlet di Mal Ciputra sebagian besar sudah beroperasi. ”Kurang dari 10% masih tutup. Itu adalah pusat hiburan, seperti Game Fantasia dan bioskop,” tuturnya.

Public Relations Manager Patra Semarang Hotel and Convention, Iva Choriati, mengatakan, hotel yang dikelolanya masih belum beroperasi. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu kabar manajemen pusat. ”Belum ada keputusan tanggal kapan kami buka,” kata Iva. Sales Executive Hotel Radja Yola Ningsih mengungkapkan, semua kamar yang ada di hotel sudah dibuka. Tamu juga mulai mengaksesnya. ”Tamu kami wajibkan mengenakan masker, mengecek suhu tubuh, dan makan tidak di restoran. Kami antar ke kamar,” ucap Yola.

Sementara di Hotel Star, okupansi sudah mulai meningkat. Namun, karyawan masih belum diberlakukan bekerja secara penuh. ”Bergantian karyawan masuknya. Kamai 60% kami buka,” terang Public Relations Officer Star Hotel Semarang, Riyanti. Hotel Dafam beroperasi penuh sesua standar protokol kesehatan. Hal itu dikatakan oleh Marketing Communication Hotel Dafam Ari Gunarso. Setiap tamu, kata dia, sebelum masuk hotel dicek suhu tubuhnya. Karyawan di front office wajib mengenakan face shield dan sarung tangan. Sales Executive Hotel Rooms Inc Semarang Serly Tamoly menjelaskan, tamu hotel sudah mulai berdatangan.


SM Network

Tinggalkan Balasan